Hidup di Jerman

Warung Makan Turki di Hannover

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh…

Bismillahirrohmaanirrohiim…

Di dekat halte U-Bahn Vahrenwalder Platz terdapat warung makan Turki. Warung ini sebenarnya sudah lama buka disana, seingatku sebelum pandemi. Bangunannya kecil dan terjepit diantara toko-toko besar di sebelahnya. Bisa jadi seseorang tidak langsung sadar bahwa toko kecil tersebut adalah warung makan. Namun sesungguhnya warna cat bangunan dan papan nama warung cukup catchy dan menarik perhatian. Di dinding depan terdapat gambar-gambar makanan.

Akhir pekan lalu kami sekeluarga memutuskan untuk mencoba masakan di warung makan tersebut. Seperti apa warung dan makanannya aku ceritakan berikut ini.

Konsep Warung

Sebenarnya yang memberikan istilah warung itu aku hehehe. Pada saat kami bercakap-cakap dengan pemilik tempat makan tersebut beliau tidak menyebutkan secara eksplisit bahwa tempat makan miliknya adalah warung. Aku menyebut toko tersebut warung makan sebab pada saat aku duduk di dalam tempat makan tersebut aku teringat sebuah memori. Setting tempat makan mengingatkan diriku ke sebuah warung makan langganan saat aku berkuliah di sebuah kota di Jawa Tengah.

Aku jadi ingin sedikit bercerita tentang warung makan di Jawa Tengah tersebut. Warung-warung makan terletak saling berdekatan antara satu dengan yang lainnya. Kesamaan dari seluruh warung makan tersebut adalah, warung dibuka di teras atau bagian depan rumah pemilik warung. Jadi warung berada di dalam rumah tidak mengganggu pejalan kaki ataupun mobil.

Makanan-makanan yang dijual tersedia di rak makan kaca maupun di atas meja jual. Kita tinggal menunjuk atau menyebutkan nama masakan. Seluruh makanan yang dijual adalah masakan rumahan. Kalaupun ada yang bukan masakan sendiri, biasanya makanan titipan seperti camilan atau kerupuk.

Intip menu

Warung Turki yang kami kunjungi di hari Sabtu lalu memiliki konsep yang mirip. Perbedaannya adalah disana tersedia kulkas untuk minuman dan tempat duduknya diset khas Turki. Saat masuk ke dalam toko terdapat meja makan dan tempat duduk kayu yang menurutku cukup homey. Lalu terdapat etalase yang berisi makanan-makanan yang dijual. Meja dan kursi yang disediakan di dalam tidak banyak, hanya untuk 3 keluarga atau kelompok saja.

Yang melayani kami ada dua, yaitu si pemilik warung dan satu orang asistennya. Keduanya sudah berumur namun tetap dapat melayani tamu dengan sigap, baik dan ramah.

Warungnya bersih. Aku sempat mengintip, dari luar tampak ruang bagian dalamnya juga bersih.

Halal atau Tidak?

InsyaAllah halal.. pemilik warung menjamin kehalalan makanan yang dijual disana. Beliau juga bercerita dimana membeli dagingnya di salah satu toko Turki yang halal. Kemudian juga menceritakan prosesnya

Aku bersyukur ada alternatif pilihan makanan halal disekitar apartemen yang bisa dibeli. Ini sangat memudahkan bagi kami sekeluarga.

Menu

Selain makanan yang disajikan di etalase kaca, warung tersebut juga menyediakan menu. Terdapat variasi menu yang jumlahnya tidak banyak. Menurutku lebih baik seperti ini jadi tidak membingungkan. Menunya pun dilengkpai dengan gambar.

Seperti yang sudah aku sebutkan, warung makan ini menjual makanan rumahan ala Turki. Seingatku ada tiga makanan yang tersaji waktu itu. Untuk karbohidrat, pemilik warung menanyakan apakah kami ingin makan dengan nasi atau kentang.

Pada saat kami duduk menunggu makanan datang, asisten toko menanyakan apakah untuk anak tidak kami pesankan. Waktu itu aku memilih untuk tidak memesankan makanan terlebih dulu karena khawatir anaknya tidak mau. Aku ingin si bocah mencicipi makananku kemudian baru memutuskan pesan atau tidak. Kemudian asisten toko menawarkan sup. Katanya supnya enak, anakku pasti suka. Suamiku langsung mengiyakan hihihi… Sup ini tidak dipajang di etalase. Mungkin ada di menu, entahlah aku tidak bertanya. Sup datang lengkap dengan Caprison yang diberikan gratis untuk anakku.

Ternyata supnya adalah cream sup dengan daging lidah. Anakku pun mencoba dan mau makan. Alhamdulillah…

Sup krim lidah yang entah apa namanya dalam bahasa Turki

Tidak lama kemudian makanan untuk aku dan suamiku pun diantarkan.

Rasa Makanan

Hanya satu kata…

ENAK!!!

Tapi ini tentang selera ya tapii suamiku yang kritis tentang makanan juga bilang enak.

Pesananku dan suami

Penutup

Aku dan suamiku sepakat menjadikan warung Turki ini sebagai bagian dari daftar tempat makan favorit di Hannover. Lokasinya yang dekat dari rumah dan halte akan memudahkan jika sewaktu-waktu kami butuh makanan. Bagi teman-teman yang tinggal di Hannover atau sedang berkunjung, mampir yuk di coba…

Nama tempat makannya Pala’s Samsun.

Salam,

-ameliasusilo-

Silakan tinggalkan komentar anda disini..