Wisata

Tips Transit di Abu Dhabi

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.. Bismillahirrohmaanirrohiim.. Alhamdulillah tahun ini kami bisa pulang kampung ke Indonesia. Dari berbagai maskapai yang memiliki rute ke Indonesia, kami menggunakan Etihad. Maskapai penerbangan ini home base nya ada di Abu Dhabi sehingga kami pun transit disini.

Abu Dhabi merupakan ibukota Uni Emirat Arab. Aku ingat saat aku kecil berlibur ke Eropa bersama orang tua, pesawat Garuda Indonesia yang kami tumpangi singgah sementara di kota ini. Dulu bandar udaranya menurutku megah dan keren.

Seiring berjalannya waktu dengan munculnya maskapai baru di timur tengah yang diikuti dengan pembangunan bandar udaranya, bandar udara Abu Dhabi sempat kalah pamor. Namun, dengan berkembangnya maskapai Etihad yang melayani banyak rute penerbangan, bandara Abu Dhabi pun ikut dibangun berkembang dan menjadi tambah baik lagi.

Ketika suami akhirnya membeli tiket Etihad, aku cukup excited untuk akhirnya bisa kembali lagi singgah di bandar udara Abu Dhabi. Let say.. reminiscing my childhood memory. Tapi pada akhirnya excitement yang kurasakan berubah menjadi tantangan ketika pak suami menyebutkan untuk penerbangan Frankfurt – Jakarta waktu transit yang akan kami lalui adalah 8 jam.

Ternyata setelah dijalani tidak seburuk yang kubayangkan saat awal mengetahuinya. Delapan jam tiba-tiba terlewati begitu saja.

Dari pengalamanku tersebut ada beberapa hal yanh mungkin bisa kubagikan disini dan menjadi tips baik untukku sendiri dikemudian hari maupun teman-teman pembaca Michdichuns.

  • Setelah memasuki bandar udara Abu Dhabi segera cari informasi mengenai ruang tunggu untuk penerbangan berikutnya. Informasi untuk semua penerbangan muncul di layar yang ada disana. Sebab jika masuk pertama kali di terminal 1 dan terbang kembali di terminal 3, jarak yang perlu ditempuh antar terminal lumayan jauh.
  • Tidak perlu menunggu mendekati waktu boarding untuk masuk ke dalam ruang tunggu sebab ruang tunggu sudah dibuka jauh sebelumnya.
  • Pilih tempat duduk yang dekat jendela sebab jarak antara tempat duduk dan jendela boleh digunakan untuk tiduuur!
  • Karena kami sudah tahu waktu transitnya lama dan tengah malam, kami menyiapkan jaket.
  • Jika cepat lapar bisa membeli makanan-makanan yang ada disana atau membawa camilan di tas kabin
  • Mushola, toilet dan ruang shower biasanya ada dalam satu lokasi dan terletak di lantai bawah ruang tunggu. Aksesnya bisa menggunakan tangga atau elevator. Jumlahnya ada banyak jadi tidak perlu khawatir akan ramai dan antri.
  • Di ruang tunggu ada tempat untuk mengisi ulang baterai telepon seluler.
  • Bila memungkinkan tidur tapi jangan sampai lengah dengan bagasi kabin.

Salam,

-ameliasusilo-

Silakan tinggalkan komentar anda disini..