Hidup di Jerman

Pengawas Ujian di Jerman

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh..

Bismillahirrohmaanirrohiim..

Beberapa waktu yang lalu aku mendapatkan kesempatan untuk menjadi pengawas ujian mahasiswa. Kebetulan saat ini aku sedang mengambil peran di ranah publik yang kantornya memiliki tanggung jawab di bidang akademis. Namun sampai dengan aku mendapat tugas ini, kegiatanku sendiri tidak pernah berhubungan langsung dengan mahasiswa.

Pada saat menerima tawaran email tugas sebagai pengawas ujian ini bulan lalu aku senang. Sebab aku akan mendapatkan pengalaman baru. Seumur hidup sepertinya belum pernah dapat pengalaman ini. Maksudnya baik ketika aku tinggal di Indonesia maupun di Jerman. Pengalaman ini adalah suatu hal baru.

Aku penasaran banget! Kira-kira tugasku apa saja ya. Sayangnya informasi lebih lanjut mengenai tugas ini karena satu dan lain hal tidak bisa kudapatkan secara langsung. Informasi baru aku dapatkan sekitar satu minggu mendekati hari tugas tersebut dijalankan.

Hari Ujian

Kondisi pandemi menyebabkan kegiatan ujian meskipun dilaksanakan secara luring tetap menggunakan media komputer yang berasa di laboratorium kampus. Tempat duduk para mahasiswanya diberi jarak satu bangku. Satu ruang yang cukup luas itu diisi sekitar 20 orang.

Di hari ujian aku bersama kolegaku segera menuju ruang ujian yang terletak di gedung utama. Sekitar tiga puluh menit sebelum waktu ujian tiba kami sudah berada di depan salah satu ruang ujian. Menurut kolegaku yang sudah berkomunikasi dengan koordinator pengawas ujian, kami menunggu di lokasi tersebut baru nanti bersama-sama satu orang lainnya ke ruang ujian masing-masing.

Sampai lima belas menit sebelum ujian dimulai masih belum ada yang menghampiri kami. Kolegaku pun berinisiatif untuk langsung bertanya lokasi ruang ujian kami dan segera mengajakku pergi ke ruang ujian kami. Ternyata lokasinya bukan di tempat kami menunggu tadi. Dan orang yang kami tunggu ternyata sudah menunggu lama di dalam ruangan.

Masing-masing mahasiswa harus menunjukkan kartu mahasiswanya sebelum masuk ruangan. Menurutku agak sulit untuk mengidentifikasi apakah pemilik kartu mahasiswa adalah benar mahasiswa yang hadir. Sebab para mahasiswa tersebut mengenakan masker. Tapi melihat mereka saling berbicara dengan antara satu dengan yang lainnya, sepertinya tidak mungkin kalau bukan mahasiswa di kelas tersebut kan ya?

Para mahasiswa mendapatkan hampir sekitar 70 pertanyaan ujian. Alokasi yang diberikan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut kurang lebih 90 menit. Dari hasil aku mengintip pertanyaan-pertanyaan di layar monitor, beberapa pertanyaan diantaranya adalah mengenai pandemi yang sedang terjadi saat ini.

Tingkah Laku Mahasiswa

Sepanjang pengamatanku tidak ada kejadian yang luar biasa atau mencurigakan. Semua mata mengarah ke layar monitor. Tangan masing-masing pun berada di mouse komputer masing-masing. Ruangan sunyi dan tidak ada gerakan-gerakan yang mencurigakan.

Namun kolegaku bercerita ada beberapa tingkah laku mahasiswa yang mencurigakan. Si mahasiswa ini duduknya sebelah tembok. Sedikit-sedikit ia bersandar di tembok tapi agak mencondongkan badannya ke arah depan seolah-olah ingin melihat sesuatu di depannya. Kolegaku ini pun memperhatikan tingkah lakunya sampai ia bisa memastikan tidak ada perbuatan curang disitu.

Sekitar setengah jam berjalan beberapa mahasiswa tampak telah menyelesaikan ujiannya. Ada yang tidur, ada yang melamun, ada yang terlihat bosan hehehe..

Ketika kolegaku mengantar salah satu mahasiswa tersebut ke toilet, ia bertanya pendapat sang mahasiswa tentang ujian. Menurut mahasiswa tersebut soal ujian ini mudah. Hmm pantas saja ya dalam waktu setengah jam sudah pada selesai. Sekitar satu jam berlalu tinggal sisa sekitar 6 orang yang belum selesai mengerjakan ujian.

Akhirnya ujian pun selesai. Alhamdulillah berjalan lancar dan normal. Tidak ada yang bertanya tentang soal ujian maupun terjadi kejadian yang tidak menyenangkan. Pengalaman pertamakupun berakhir dengan baik.

Salam,

-ameliasusilo-

Silakan tinggalkan komentar anda disini..