Hidup di Jerman

Pengalaman Pembayaran Yang Gagal dengan EC-Karte

Assalamualaikum..

Bismillahirrohmaanirrohiim..

Bulan Oktober lalu adalah bulan dimana pengeluaran kami tidak terkontrol. Tiba-tiba jatah bulanan sudah habis sebelum suntikan dana segar bulanan masuk. Itupun sadar gara-gara belanja di Supermarket dengan pembayaran melalui EC-Karte (sejenis kartu debit) gagal. Walhasil belanjaannya harus dikembalikan. Untungnya ibu kasirnya baik hati dan ramah, beliau malah menenangkan melihat aku panik dengan mengatakan bahwa kejadian seperti aku sudah biasa dan ga masalah.

Itu kejadian pertama ya.. Peristiwa berikutnya adalah ketika aku mendapat surat cinta dari bank yang menyatakan bahwa pembayaran dengan kartu tadi di satu supermarket dan satu drug store satu minggu sebelumnya gagal. Panik dan panas dingin bacanya!! Barang-barangnya sudah dipakai, dimakan habis, kalau disuruh dikembalikan gimana?? Kebayang dapat surat panggilan dari polisi karena penipuan dll. Agak berlebihan sih tapiii aku kan takuuuuttttt…

Tanya sana-sini, cari di internet, sampai mendatangi bank yang mengeluarkan kartu jawabannya adalah akan dapat surat dari dua toko tadi ke rumah yang akan menagih pembayaran. Setelah itu agak tenang sih… sampai akhirnya aku kepikiran dua toko itu tahu nama dan alamatku dari mana???????

Bukan apa-apa.. Jerman itu ketat tentang penyimpanan dan proteksi data. Apalagi, kalau tidak salah sejak awal tahun 2018, berlaku peraturan baru dari EU tentang proteksi data atau istilahnya disini Datenschutz. Kadang harus tanda tangan dokumen ekstra atau kasih pernyataan tentang itu. Jadi tampaknya tidak akan semudah itu pihak bank memberikan informasi pribadi nasabahnya. Aku berpikir gimana kalau bayar saja tagihannya sebelum masuk bulan November toh nomor rekening dan keterangan yang harus ditulis tercantum di surat dari bank tadi.  Tapi suamiku tak setuju, katanya tunggu surat saja karena pasti kita kena denda jadi bayarnya sekalian. Lalu, akupun senewen menunggu surat dari dua toko.

Sampai akhirnya minggu pertama bulan November lewat. Aku mulai curiga.. Lalu, masuklah minggu kedua dimana akhirnya datang surat tapi bukan surat dari toko melainkan surat dari bank lagi. Intinya kali ini aku mendapat tagihan dari supermarket beserta tambahan 2 buah denda. Zzzzzz…. Denda pertama adalah denda karena transaksi pertama gagal. Denda kedua adalah denda karena pembukuan bank akibat transaksi yang gagal. Jadiii si supermarket ini dan bank tentunya tetap berusaha untuk memotong tagihan dari rekeningku. Tambah senewen!!

Akhirnya maksa Tuan Besar untuk datang ke bank. Siapa tahu petugas bank nya tidak mengerti aku ngomong apa atau aku salah menerjemahkan perkataan petugas banknya. Intinya aku mau gak kena denda atau surat cinta lainnya. Beda orang beda pula jawabannya.. Jadi ketika pak suami menunjukkan surat-surat tersebut, petugas bank pun berkata, “anda sebaiknya membayar ke rekening yang tertulis disini dan keterangannya seperti yang tertulis disini.” Hadehhh… yowis.. nasi udah jadi bubur, mungkin kurang ibadah dan sedekah hehehe..

Tuan Besar memutuskan untuk membayar tagihan dari supermarket saja dengan pertimbangan dendanya sudah jelas. Dia berasumsi toko yang satunya tentu akan melakukan hal yang sama yaitu berusaha menagih dengan memotong langsung dari rekeningku. Aku nurut aja deh..

Sampai akhir bulan, aku tidak menerima surat apapun dari drug store. Lalu, akupun mengecek rekening. Ternyata benar, drug store sudah memotong langsung dari rekeningku. Sama seperti supermarket, ada dua dendanya. Alhamdulillah sampai hari ini aku  belum menerima surat cinta lainnya dari kedua toko ini. Semoga tidak ada sih kusenewen dan takut soalnya.

Oh iya, ini beda masalahnya kalau yang terjadi adalah penagihan uang di rekening kita oleh pihak lain dimana sebelumnya kita sudah tanda tangan perjanjian pemotongan otomatis. Kalau seperti ini biasanya dapet surat dari pihak lain itu, contohnya perusahaan listrik. Kok tahu? Iya soalnya pengalaman juga hehehe.. Klo si perusahaan listrik ini tricky sih, penagihan biasanya pas tanggal beberapa hari gajian, pinterlah cari tanggalnya  hehehehe.. Tahulah ya klo H- sekian gajian itu fase krisis dan hati-hati hihihi..

Gara-gara kejadian ini sekarang aku mulai belajar lagi financial planning buat keluarga. Dulu sempat menerapkan tapiii bubar hihihi.. kurang konsisten dan tekad kuat. Aku tak mau kecolongan lagi insyaAllah.. 

Saranku, apabila ada yang mengalami kejadian serupa disini tanya langsung saja ke bank apa yang sebaiknya dilakukan. Apakah nomor rekening dan keterangan yang tertera di surat akurat untuk melakukan pembayaran. Semoga bermanfaat ya! Boleh dong cerita-cerita pengalaman serupa?

-ameliasusilo-

0 Comments

Silakan tinggalkan komentar anda disini..