Indonesia

Pengalaman Naik Citilink

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.. Bismillahirrohmaanirrohiim.. Pengalaman terbang dengan Citilink saat mudik ke Indonesia lalu adalah pengalaman terbang dengan low budget airline pertama kali sejak pandemi berakhir. Mungkin juga termasuk untuk yang pertama kalinya setelah pindah ke Jerman. Aku dan keluarga cukup puas dengan penerbangan kami dari Surabaya ke Jakarta.

Memutuskan Naik Low Budget Airline

Sejujurnya saat memutuskan untuk naik pesawat dari Surabaya ke Jakarta aku galau. Galaunya adalah karena kepingin naik pesawat Garuda Indonesia tapi harganya kalau untuk kami sekeluarga agak sayang. Disisi lain aku kurang percaya dengan low budget airline.

Ketidakpercayaan ini tentunya bukan spesifik pada maskapai tertentu melainkan kepada low budget airline pada umumnya. Hal ini disebabkan oleh berita-berita di media masa maupun konten viral di media sosial.

Pak suami harus bertanya berkali-kali kepadaku sebelum pada akhirnya ia bisa meyakinkanku.

” Bismillah.. Everything will be okay.” Ujar suamiku.

Sebagai jalan tengahnya akhirnya kami memilih maskapai Citilink yang merupakan anak perusahaan Garuda Indonesia. Menurut kami sebagai anak perusahaan maskapai bagus tentunya maskapai ini memiliki standar yang sama.

Beli Tiket Citilink Indonesia

Kami membeli tiket pesawat melalui situs Traveloka. Sebelumnya kami sudah membandingkan harga tiket beli melalui Traveloka dan beli langsung di situs resmi Citilink. Ternyata harganya sama. Tapi karena suami sudah banyak membeli tiket untuk perjalanan lainnya melalui Traveloka, ia pun membeli tiket melalui situs tersebut.

Waktu itu kami mendapat di rentang harga 800-900 ribu. Harga ini sayangnya sudah naik dari harga saat pertama kali mengintip situs Traveloka maupun Citilink.

Pengalaman Terbang

Untungnya aku menuruti suamiku. Alhamdulillah perjalanannya aman dan nyaman. Aku sudah pernah naik maskapai low budget airline yang lain dan rasanya berbeda. Yang ini aku bisa cukup tenang.

Take off dan landing rasanya smooth saja. Selama penerbangan juga tidak ada turbulensi yang mengganggu.

Jarak lutut ke kursi di bagian depan memang tidak sejauh jarak maskapai yang full service. Tapi untukku yang menggendong bayi tidak masalah. Sama seperti di full service aku juga memperoleh sabuk pengaman anak untuk dikaitkan ke sabuk pengamanku.

Salam,

-ameliasusilo-

Silakan tinggalkan komentar anda disini..