Bayi,  Kesehatan Fisik

Mencari Dokter Anak di Jerman

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh…

Bismillahirrohmaanirrohiim…

Aku bisa mengatakan bahwa pengalamanku mencari dokter anak di kota Hannover itu tidak rumit. Kebetulan sebelum aku memiliki anak sendiri, aku beberapa kali menemani ibu-ibu disini saat berkunjung ke dokter anak. Tugasku waktu itu menemani dan atau membantu menerjemahkan apa yang dikatakan oleh dokter. Dari pengalaman bersama ibu-ibu ini aku jadi tahu apa yang dipertimbangkan dan mampu memutuskan kriteria apa yang cocok.

Sesungguhnya jumlah dokter anak yang membuka praktek disekitar lingkungan tempat tinggal kami waktu itu pun tidak banyak jumlahnya. Nah, disini tidak bisa memilih dokter yang lokasinya jauh. Jadi kami memilih yang diseputaran tempat tinggal kami saja. Informasi satu lagi yang paling penting adalah periksa dokter anak (dan juga dokter umum untuk dewasa) hanya dilakukan di tempat praktek. Tidak ada dokter anak yang membuka praktek di Rumah Sakit seperti halnya di Jakarta.

Berdasarkan pengalaman-pengalaman yang aku alami sendiri dan juga cerita dari ibu-ibu sepertinya aku lebih nyaman jika memilih salah satu tempat praktek dokter anak yang pasiennya tidak ramai. Sebetulnya aku tidak tahu persis apakah memang pasiennya tidak banyak atau beliau memang mengatur seperti itu. Waktu di awal mengantarkan seorang teman itu aku justru merasa nyaman karena di ruang tunggu praktek tidak banyak pasien yang menunggu. Beliau pun memeriksa dengan perlahan dan menjelaskan dengan hati-hati. Beliaupun bersedia jika ditanya-tanya.

Ada satu praktek lainnya yang jumlah pasiennya banyak. Jika datang kesana banyak pasien yang menunggu di ruang yang telah disediakan. Dokternya pun memeriksa dengan hati-hati dan bersedia memberikan penjelasan yang informatif jika ditanya. Namun karena jumlah pasien yang banyak itu, akhirnya aku dan suami memutuskan untuk memilih praktek dokter yang lebih sedikit jumlah pasiennya.

Saat masih tinggal di apartemen yang lama, jarak tempuh dari apartemen ke tempat praktek sekitar 20-30 menit. Ketika masih membawa kereta bayi perjalanan bisa lebih cepat. Ketika anakku sudah bisa jalan kaki, nah ini.. paling aman 30 menit sebelumnya sudah mulai jalan.

Alhamdulillah apartemen kami yang baru ini lokasinya ternyata dekat sekali! Wah, aku tidak menyangka akan sedekat ini. Jadi kemarin kebetulan anakku sakit sehingga kami harus ke dokter. Ketika berangkat aku memilih jalan yang biasa kulalui. Ini saja ternyata dengan berjalan kaki dapat kami tempuh sekitar 10 menit. Itu dengan jalan yang amat santai dan anakku sempat berhenti mampir melihat bendera-bendera yang dipajang di pojok kafe. Saat pulang aku mengajak anakku untuk sedikit berpetualang dengan mengambil jalur yang lain. Untung anaknya mau diajak berpetualang meskipun dia tanya kalau kesasar bagaimana hihihi.. Jalur yang ini rupaya lebih dekat hihihi…

Lalu bagaimana cara mencari dokter lainnya dan mendaftar?

Dengan menggunakan google kita bisa menemukan website Jameda untuk mengetahui penilaian pasien-pasien terhadap dokter. Kalau aku pertama biasanya bertanya kepada warga Indonesia yang sudah tinggal lebih lama disini. Setelah itu aku baru konfirmasi di website tersebut.

Untuk dokter anak, sebelum anak lahir biasanya orang tua menelepon ke tempat praktek dokter untuk mendaftar. Hal ini perlu dilakukan sebelum melahirkan sebab setelah anak lahir ada pemeriksaan rutin yang dilakukan tidak lama setelah keluar dari rumah sakit.

Jika anak kedua dan seterusnya biasanya tinggal ikut anak pertama meskipun orang tua masih boleh bebas memilih dokter yang lain jika mau. Untuk anak pertama siap-siap saja jika dokternya menolak karena jumlah pasien di tempat praktek tersebut sudah penuh. Atau pengalaman temanku yang lain adalah karena di sekitar apartemennya, yang jaraknya lebih dekat, ada dokter anak lainnya.

Selanjutnya, anak akan diperiksa di dokter anak sampai usia 18 tahun. Jika dalam perjalanan ternyata tidak cocok, orang tua boleh pindah dokter anak.

Alhamdulillah sejauh ini kami cocok di tempat praktek pilihan kami. Dokter anak yang sekarang baru menggantikan dokter pertama kami yang sudah pensiun. Kira-kira sudah 2-3 tahun terakhir ini. Sampai sekarang kami jarang sekali menunggu di ruang tunggu yang ramai. Para asisten di praktek dokter tersebut dapat mengatur jadwal dengan baik. Dokter yang baru ini lebih friendly dengan anak-anak dibandingkan yang pertama. Kedua dokter ini sama-sama menjadi favorit kami karena memberikan informasi dan terbuka jika kami kritis bertanya.

Semoga pengalamanku membantu teman-teman yang baru mencari dokter di Jerman ya.

Salam,

-ameliasusilo-

Silakan tinggalkan komentar anda disini..