Catatan,  Kegiatan Komunitas

Memilah, Memilih dan Menyebarkan Informasi

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh…

Bismillahirrohmaanirrohiim…

Tulisan ini dibuat dalam rangka writing challenge KLIP bulan Juli 2021

Arus informasi di era digital saat ini alirannya sangat deras. Berbagai berita dengan isi yang beraneka ragam dapat diterima setiap saat dan kapan pun. Informasi apapun yang dicari dari belahan dunia yang satu bisa langsung segera didapatkan oleh seseorang yang berada di belahan dunia lainnya hanya dalam waktu sekejap saja. Disatu sisi kecepatan penyebaran berita memiliki keuntungan yang dapat membawa manfaat. Disisi lain hal ini dapat juga memberikan dampak yang negatif, khususnya jika si penerima maupun penyebar berita tidak bijak dan hati-hati dalam memilah dan memilih informasi.

Kadang kala dalam sebuah kelompok dimana kita berada, khususnya dalam kelompok-kelompok di media sosial, penyebaran informasi seperti ini tidak bisa dikendalikan jika tidak ada peraturan yang jelas. Akibatnya pesan-pesan yang beredar sangat banyak dan ada kemungkinan isinya adalah informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Jika ada kejadian seperti ini akan merugikan orang-orang yang langsung mempercayai sebuah informasi tanpa memeriksa ulang kebenaran informasi tersebut.

Apakah yang sebaiknya dilakukan agar cermat, cerdas dan hati-hati dalam memilah serta memilih informasi?

Dalam Islam

Karena aku seorang muslim, aku akan mencoba membuka topik ini dengan mengulasnya berdasarkan apa yang dianjurkan dalam agama Islam. Seperti yang kita tahu, agama ini mengajarkan dan memberikan pedoman yang detil tentang segala aspek kehidupan di dunia. Dalam hal-hal yang terkait informasi ada sebuah ayat yang mengingatkan untuk memilah informasi.

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.”

QS. Al-Hujurat (49) ayat 6

Di ayat ini terdapat anjuran bahwa jika mendapat informasi sebaiknya diperiksa dulu baik dan benarnya dan tidak terburu-buru serta berhati-hati dalam menyebarkan informasi. Tujuannya agar tidak mencelakakan banyak orang akibat informasi yang tidak baik dan benar tersebut.

Bagaimana caraku memilih dan memilah informasi?

Memilah Informasi

Terkadang karena saking banyaknya informasi yang beredar saat ini, aku jadi bingung. Biasanya filter pertama adalah aku bertanya kepada diriku sendiri apakah informasi tersebut kubutuhkan atau tidak. Jika memang aku butuh berikutnya aku tentukan apakah isinya baik untukku atau tidak.

Misalnya aku butuh informasi tentang COVID-19. Dari sekian banyak jenis informasi yang berkaitan dengan tema tersebut aku memilih berita yang memang aku butuhkan secara spesifik. Jadi tidak semua berita kulahap dalam satu waktu. Tema apa dari topik COVID-19 tersebut yang memang kubutuhkan. Setelah itu aku mencari informasi yang baik dengan membaca rangkumannya (jika ada) atau paling tidak paragraf pertamanya dulu atau aku kadang lompat ke paragraf yang sekiranya menuliskan informasi yang kubutuhkan tadi. Jika informasinya dalam bentuk audio-video, khususnya rekaman, aku baca keterangannya atau paling tidak menyimak pembukaannya dahulu.

Yang agak menantang jika informasi yang diterima secara langsung. Ini yang perlu menjaga sikap dan aku sepertinya masih perlu banyak belajar untuk hal ini.

Jika informasi yang kubaca atau kutonton atau kudengar ini membuatku bertambah bingung dan sakit kepala, biasanya langsung aku tutup dan abaikan saja. Jika informasi yang kuperoleh membuatku semakin bertanya-tanya yang lebih ke arah tidak percaya, maka biasanya aku akan mengabaikannya juga.

Aku sudah pernah menulis tentang hasil belajar memilah dan memilih informasi di Institut Ibu Profesional saat berpetualang di Wahana Perahu Kano-Transcity.

Memilih Informasi

Setelah memilah informasi, berikutnya aku memilih informasi berdasarkan sumbernya. Apakah sumber informasi berasal dari penulis yang ahli? Apakah media yang mempublikasikannya adalah media resmi yang dapat menjamin validitas informasi yang tertulis disana? Kemudian apakah itu informasi yang baru saja dipublikasikan atau sudah lama? Apakah yang mengucapkan informasi adalah orang yang ahli dibidangnya? Apakah orang ini dapat dipercaya?

Intinya adalah memastikan bahwa informasi yang dipilih ini memang bisa dipertanggungjawabkan sumber-sumbernya. Membiasakan diri untuk berpikir kritis dalam memilah dan memilih informasi.

Setelah aku yakin, berikutnya tinggal menentukan apakah informasi ini berhenti di diriku saja atau aku akan menyebarkannya.

Apakah yang kuperhatikan saat menyebarkan informasi?

Menyebarkan Informasi

Setelah yakin dan dapat membuktikan bahwa informasi yang diperoleh baik, benar dapat dipertanggungjawabkan, dan memang bermanfaat untuk diri kita atau mungkin kita tahu bermanfaat untuk orang-orang tertentu, maka informasi yang diperoleh tadi boleh disebarkan kembali. Penyebaran informasi ini tentu saja dengan memperhatikan kaidah-kaidah ya. Misalnya dengan menyebutkan sumber berita, menuliskan dengan gaya sendiri dan kalimat baru, tidak menambah atau mengurangi berita yang bermaksud buruk.

Aku sendiri masih perlu banyak belajar dalam menyebarkan informasi.

Penutup

Sesungguhnya semua manusia nanti akan diminta pertanggungjawaban atas segala yang dilakukan selama hidup di bumi. Bila memahami ilmu yang salah bahkan sampai menyebarkannya dan menimbulkan dampak negatif, apakah sanggup untuk mempertanggungjawabkan?

“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?

QS. Qiyamah (75) ayat 36

Marilah kita bersama-sama membudayakan untuk berpikir kritis, memilah dan memilih informasi yang valid dan tepat guna agar dapat bermanfaat baik diri kita sendiri dan orang lain. InsyaAllah.. Wallahu a’lam bis showaab.

Ada yang punya tips-tips lainnya kah? Silakan tinggalkan pesan di kolom komentar ya supaya aku bisa belajar juga dari teman-teman. Terima kasih…

Salam,

-ameliasusilo-

Referensi:

Silakan tinggalkan komentar anda disini..