Lomba lari pertama anakku michdichuns
Kegiatan Anak

Lomba Lari Pertama Anakku

Lomba lari untuk anak ternyata ada loh! Apakah teman-teman pembaca Michdichuns sudah tahu? Aku baru tahu dan merasa sayang sekali baru mengetahui setelah si sulung sudah masuk SD.


Hai teman pembaca Michdichuns!

Beberapa bulan yang lalu anakku mengikuti lomba lari pertamanya. Ternyata lomba lari untuk anak jumlahnya di Hannover tidak hanya satu-dua. Bahkan, hampir setiap bulan ada kegiatan ini yang diselenggarakan oleh pengelola yang berbeda-beda.

Biasanya event utamanya adalah lomba lari untuk dewasa. Namun, pengelola juga mengadakan kegiatan untuk anak-anak di lokasi yang sama. Jam lomba untuk anak biasanya mendahului penyelenggaraan lomba lari dewasa.

Salah satu acara lari yang ada di Hannover ini adalah yang diikuti oleh anakku. Seru looh ternyata!

Lomba Lari di Hannover

Sebenarnya aku mengetahui adanya event lomba lari anak di Hannover ini secara tidak sengaja. Jadi, di Hannover ada marathon yang diselenggarakan setiap bulan April. Yang aku ketahui adalah di acara marathon tersebut biasanya ada acara untuk anak-anak.

Aku inisiatif untuk mencari tahu. Tujuannya aku ingin mendaftarkan anakku ke acara untuk anak-anak. Waktu itu pendaftarannya masih ditutup untuk tahun 2024.

Iseng aku melihat-lihat website marathon tersebut. Aku  menemukan adanya pengumpulan badge event lari yang diselenggarakan di berbagai wilayah di Hannover. Rasa ingin tahuku muncul lalu aku klik  gambar yang mewakili iklan pengumpulan badge.

lomba lari anak
Lomba lari anak yang semangat anak atau orang tuanya?
Sumber gambar: Canva.

Dari situs itu akhirnya aku mengetahui bahwa lomba lari yang diselenggarakan di Hannover bukan hanya marathon. Setiap bulan ada event. Penyelenggaranya berbeda-beda.

Tampilan di laman web tersebut menunjukkan bahwa selain lomba untuk dewasa sebagian besar juga menyelenggarakan lomba lari anak. Lokasinya sama hanya saja jarak untuk lombanya berbeda. Yang menarik, anak-anak yang dapat berpartisipasi bukan hanya anak besar. Anak-anak kecil ada yang boleh ikut perlombaan. Usia satu tahun ada yang ikut didampingi oleh orang tuanya.

Lomba Lari Anak Pertama

Setelah mengetahui bahwa pertandingan lari untuk anak ada banyak, aku inisiatif untuk menyertakan anakku. Yang pertama kali kulakukan adalah menanyakan apakah ia mau.

Aku optimis anaknya akan menerima tantangan lomba lari ini. Apalagi pesertanya mendapat sertifikat dan medali. Sesuatu yang ia belum punya.

Ketika kutawarkan tanpa disangka anaknya langsung bersedia. Katanya di sekolah guru olahraga pernah memberi tahu cara berlari. Karena anaknya bersedia akupun minta ijin suami.

Bapaknya menyetujui ide ini karena bisa dijadikan media latihan untuk berkompetisi. Lagipula acaranya olahraga sesuatu yang menyenangkan untuk anak-anak.

Ijin sudah kukantongi. Akupun langsung mendaftar lomba lari Hermann-Löns-Park-Lauf Hannover tersebut.

Pendaftaran

Perlombaan lari ini di tahun 2023 lalu merupakan acara tahunan yang ke 47 kalinya. Acaranya diorganisir oleh sebuah klub olahraga terkenal di Hannover, TKH.

Informasi yang ada di laman situs TKH menyebutkan jika pendaftaran lari dapat langsung dilakukan melalui situs resminya, yaitu www.loensparklauf.de. Penjelasan mengenai acara dan teknis lomba lari dapat dibaca di situs tersebut.

situs resmi lomba lari
Tampilan situs resmi lomba lari Hermann-Löns-Park-Lauf Hannover. Informasi mengenaik perlombaan lari dan pendaftarannya ada di situs resmi ini.

Aku mengakses situs resmi lomba lari kemudian langsung mengklik untuk pendaftaran. Di formulir pendaftaran digital yang tersedia kita tinggal memasukkan data diri peserta lari. Setelah itu lanjut sampai dengan pembayaran. Alternatif pendaftaran dapat juga dilakukan salah satu gerai sponsor yang ada di kota.

Untuk pembayaran pendaftaran online dilakukan melalui penarikan otomatis nomor rekening yang kita daftarkan di formulir. Sebaliknya jika memilih daftar langsung di gerai yang ditunjuk, pembayaran dilakukan dengan uang tunai.

Untuk biaya lomba anak dikenai lima Euro. Ini biaya untuk kategori anak sekolah atau tepatnya anak yang lahir tahun 2008 sampai 2017. Biaya kategori bambini atau anak dengan tahun kelahiran 2018 adalah nol alias gratis.

Pengambilan nomor dada

Pada jadwal yang telah ditentukan, yaitu satu hari sebelum lomba sampai dengan beberapa jam sebelum lomba dimulai, peserta harus mengambil nomor dada di panitia. Lokasi pengambilan berada di kantor penyelenggara lomba yang terletak di area dimana lomba lari tersebut berada di hari Minggu.

Untuk nomor dada ini peserta dimintai uang jaminan sebesae dua Euro. Uang ini akan dikembalikan setelah lomba selesai dengan syarat tidak terjadi kerusakan pada nomor dada tersebut.

Aku mengajak anakku mengambil nomor dada ini sambil sekalian melihat lokasi lomba. Anakku senang sekali mendapat nomor dada. Kesan perlombaannya jadi nyata karena ada nomor dadanya. Saat mengambil nomor dada ini juga disediakan peniti. Jangan lupa ambil peniti sesuai yang dibutuhkan untuk memasang nomor dada saat hari H.

Hari Lomba Anak

Meskipun sudah tahu dimana lokasinya kami sekeluarga tetap berangkat satu jam sebelum lomba dimulai. Dari apartemen lokasi lombanya dapat ditempuh dengan U-Bahn jalur 5 sekitar 20 menit. Lebih baik menunggu di lokasi daripada terlambat.

Sampai di lokasi lomba suasana sudah ramai. Bukan hanya orang dewasa tetapi banyak juga anak-anak yang ikut lomba. Usianya beragam mulai dari yang keliatan masih sekitar 1-2 tahun sampai yang lebih besar dari anakku.

lomba lari anak di Hannover Jerman michdichuns
Suasana di lokasi lomba.

Ada yang datang bersama orang tuanya saja dan ada pula yang datang mengajak keluarga, seperti oma dan opanya. Diantara peserta tersebut ada yang orang tua dan anaknya ikut lari juga. Wah, suasana seperti ini baru kali ini kurasakan.

Baju dan perlengkapan lomba lari anak

Segera setelah sampai suamiku baru memasang nomor dada anakku. Setelah itu beliau mengarahkan si Mas untuk pemanasan supaya mencegah otot kram. Alhamdulillah walau cuacanya mendung tidak terjadi hujan. Udaranya dingin tetapi masih bisa ditahan oleh anakku yang melepas jaketnya dan hanya mengenakan pakaian lari untuk musim dingin.

Oh ya pakaian lari musim dingin ini dapat diperoleh di toko olahraga Decathlon. Disana kita dapat memilih baju lari yang sesuai dengan cuaca saat ini. Anakku hanya mengenakan baju atasan lari lengan panjang yang tebal dan celana lari panjang yang ketat dan tebal.

Di atas celana larinya si Mas memakai celana olahraga yang biasa ia pakai untuk berolahraga. Selain pakaian, ia mengenakan syal dan topi untuk lari. Karena belinya di Decathlon aku bisa mendapat pakaian dengan harga yang terjangkai, alhamdulillah.

Nah, untuk sepatu lari aku memutuskan untuk tidak membelikan sepatu khusus lari sebab lomba lari ini masih baru pertama kali. Jika anakku rutin beberapa kali mengikuti lomba lari aku baru mempertimbangkan untuk membelikan sepatu lari.

Jadinya, si Mas hanya memakai sepatu olahraga yang biasa ia pakai di sekolah. Memang tidak ideal tapi lebih baik begitu daripada beli sepatu lari hanya dipakai sekali.

Menuju lokasi lomba lari

Sesuai jadwal lomba lari kategori anak sekolah dimulai pukul 10.30. Sebelumnya pukul 10.15 lomba untuk kategori bambini dimulai. Kami menyaksikan lomba untuk anak-anak kecil ini terlebih dahulu. Gara-gara melihat lomba bambini ini aku dan suami jadi punya ide untuk mengikutsertakan si Adik di perlombaan tahun 2024, insyaAllah.

Tidak lama terdengar aba-aba bagi peserta kategori anak sekolah untuk segera bergerak menuju lokasi start. Kami baru sadar kalau lokasinya tidak sama dengan kategori bambini. Lokasinya berada di taman yang berada di belakang area olahraga milik TKH.

jalur lari
Jalanan yang digunakan untuk lari basah karena hujan sehari sebelum lomba. Pengelola memberi informasi pada para pelari untuk berhati-hati dan menghindari jalanan yang becek seperti ini.

Taman yang luas ini bernama Hermann-Löns-Park. Oleh karena itu lombanya disebut dengan nama Loensparklauf. Rute yang dilalui melintasi taman. Untuk kategori usia anak sekolah jarak yang ditempuh adalah 1.5 kilometer.

Suamiku bersama si Adik menunggu di garis finish. Aku bertugas mengantar si Mas ke garis start dan mendokumentasikan saat ia memulai lomba lari.

Seperti biasanya aku cemas memikirkan anaknya kecapaian, kehausan atau terjadi sesuatu selama lomba berlangsung. Aku dan suami berpesan karena ini lomba lari pertama dan ia memang tidak pernah latihan khusus lari, yang paling penting adalah ia berusaha sampai di garis akhir.

Saat berjalan bersama menuju garis start itu tiba-tiba anakku bilang ingin buang air kecil. Wadidaaaww… Mana mungkin dalam waktu lima menit kami kembali lagi ke kantor penyelenggara dan jalan lagi ke lokasi start. Aku pun meminta anakku untuk bernapas dan berdoa. Kemungkinan itu adalah respon tubuh yang cemas karena akan lomba. Siapa tahu dengan bernapas dan berdoa kecemasan dan rasa ingin buang air jadi hilang.

Start!

Tidak lama kami sampai disana pengelola lomba memberi arahan para peserta untuk bersiap di belakang garis. Aku yang melihat jalanan yang digunakan untuk lari basah karena hujan satu hari sebelumnya jadi tambah cemas.

Anakku michdichuns di garis start di tengah peserta lomba
Anakku ditengah-tengah peserta lomba lari anak lainnya menuju detik-detik lomba dimulai.

Tapiii.. Saat melihat anakku tidak menunjukkan kecemasan seperti biasanya jika ia mengalami sesuatu untuk pertama kali, aku jadi lebih tenang. Ia juga tidak menunjukkan tanda-tanda mau buang air kecil seperti yang ia katakan sebelumnya.

Tidak lama lomba pun dimulai setelah sebelumnya para orang tua yang berada di pinggir jalur lari bersama-sama menghitung mundur. Mulainya lomba ditandai dengan letusan pistol seperti halnya lomba lari pada umumnya.

Terharu rasanya melihat anakku untuk pertama kali mengikuti lomba lari. Tidak main-main ia langsung berani menerima tantangan lomba berjarak 1.5 kilometer. Anak-anak berlari mengikuti pengelola lomba yang menggunakan sepeda. Setelah tidak nampak aku segera bergegas menuju garis finish.

Medali dan Garis Finish

Aku pikir satu setengah kilometer itu jauh dan membutuhkan waktu lama. Ternyata saat aku sudah mendekati garis finish, dimana aku baru jalan kaki tidak sampai lima menit, sudah ada aba-aba untuk menyingkir dari jalur yang saat itu kulalui.

jalur lari
Jalur lari menuju garis finish.

Jalanan setapak itu adalah jalur yang akan dilalui anak-anak menuju garis akhir. Tidak lama terdengar teriakan suamiku yang menyuruh untuk buru-buru mendekat karena dari jauh sudah terlihat anak-anak yang lari terdepan.

Panel digital yang mencatat capaian waktu lari
Ada panel digital yang menunjukkan capaian waktu pelari. Capaian ini bisa diakses masing-masing pelari di situs resmi lomba lari.

Wah rasanya dagdigdugder menunggu kemunculan anakku. Tiba-tiba suamiku berteriak. Aku yang tidak pakai kacamata buram tidak bisa melihat arah yang suamiku tunjukkan. Sampai pada akhirnya aku mulai bisa melihat siluet dan warna baju anakku itu.

Aku mulai ikut berteriak menyemangati si Mas. Ia pun berhasil melewati garis finish pertamanya. Ia tampak terengah-engah dan mukanya merah. Wajahnya mulai sumringah lagi setelah melihat pembagian medali.

Pengembalian nomor dada

Katanya ia jera ikut lomba lari. Si Mas merasa nafasnya habis dan dadanya sesak. Ia langsung minta pulang ke rumah untuk istirahat. Supaya ia merasa lebih baik aku antar ke tenda yang menyediakan minuman.

michdichuns lomba lari anak perdana
Anakku dan medali lari pertamanya.

Setelah ia tampak lebih baik aku ajak untuk mengembalikan nomor dadanya. Alhamdulillah nomor dada masih dalam keadaan baik. Uang jaminan sebesar dua Euro dikembalikan.

Setelah itu kami menyaksikan pemberian hadiah bagi pelari yang tercepat untuk kategori bambini dan anak sekolah. Kalau tidak salah hadiahnya voucher untuk sesuatu hal yang sayangnya aku lupa. Setelah itu kami pulang ke rumah. Si Mas pun dengan bangga mengalungkan medali lari pertamanya di dadanya.

Penyerahan hadiah dan sertifikat pemenang
Penyerahan hadiah dan sertifikat pelari tercepat.

Alhamdulillah ia tidak terjatuh, tidak ada otot yang sakit atau keluhan lain di badannya. Mungkin karena anaknya aktif olahraga jadinya otot-ototnya sudah biasa.

Ia bercerita bahwa ia tidak berhenti berlari. Hal ini membuatku dan suami masyaAllah bangga kepadanya. Sesuatu yang mungkin tidak dapat kami lakukan sendiri lari 1.5 kilometer tanpa berhenti. Itupun di akhir etape, saat ia sudah melihat garis finish, ia lari sprint seperti kata gurunya di sekolah.


Alhamdulillah lomba lari pertama anakku berjalan dengan lancar. Ia bisa memperoleh medali dan sertifikat yang dapat diunduh secara mandiri di situs pendaftaran. Di situs tersebut juga terpampang capaian waktu seluruh peserta dan urutan finish.

Untuk lomba perdana aku dan suamiku mengapresiasi capaian anak kami tersebut.

Setelah lomba anaknya menolak untuk ikut lomba lari lagi. Tapi tidak bertahan lama sebab beberapa pekan setelahnya saat aku tawari untuk ikut marathon dan event akhir tahun anaknya bersedia.

Tunggu ceritanya ya!

Tentang lomba anak: Medali Emas Karate.

Salam,

-ameliasusilo-

One Comment

Silakan tinggalkan komentar anda disini..