Catatan

Ketika Mengeluarkan Pendapat…

1) Kalau ada orang yang kayanya tidak suka sama kita sebaiknya kita tidak perlu berusaha lebih supaya jadi terlihat baik dimatanya kan? Maksudnya semua berjalan seperti normal dan apa adanya, atau?

Pada suatu ketika entah kenapa dalam sebuah diskusi online ada seorang teman yang menanggapi pendapatku dengan kalimat yang kurang enak dibaca. Awalnya kupikir aku yang sensitif tetapi ketika setiap aku mengemukakan pendapat, orang ini selalu membalas dengan kalimat yang bertentangan dengan bahasa yang menyudutkan dan membuatku jadi tidak nyaman. Puncaknya ketika beralih membicarakan tentang keadaan keluarga. Daripada kesal dan aku khawatir tulisannya semakin tidak karuan lebih baik aku tidak mengikuti diskusi itu lagi. 

Masalahnya selama ini aku tidak pernah kenal yang benar-benar dekat dengan orang ini. Jadi tampaknya kalaupun aku menegur percuma ya? Iya tidak? Atau salah ya?

2) Hal lain yang aku juga tidak habis pikir adalah ketika ada teman yang ingin tahu tentang hidup di Jerman. Menurutku si penanya ini memang bertanya ya karena ingin tahu. Lalu mendadak muncul opini-opini lain yang berpendapat bahwa jawabanku ke si teman ini tidak bisa dibandingkan dengan kehidupan di Indonesia. Atau ada juga opini bahwa aku tidak nasionalis dan lain-lain. Disini aku jadi bingung… Apa yang kujawab mengenai kehidupan disini itu memang kenyataan yang kujalani dan rasakan. Senetral mungkin aku menjawab pertanyaan teman yang ingin tahu tadi tanpa bermaksud membandingkan dengan keadaan di negara kita. Buntut-buntutnya aku jadi kesal karena seolah-olah aku menjelek-jelekan tanah kelahiranku.

Lalu aku berpikir, apakah orang-orang ini merasa ketika aku berpendapat aku menjadi sombong? Kalau saja tahu bagaimana cara kami survive disini, apalah yang mau disombongkan hehehe..

Sekedar ngeluarin uneg-uneg supaya tidak bludreg tengah malam.

-ameliasusilo-

0 Comments

Silakan tinggalkan komentar anda disini..