Catatan,  Hidup di Jerman

Kemerdekaan dan Mama Rantau

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh…

Bismillahirrohmaanirrohiim…

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti tantangan menulis di bulan Agustus Kelas Literasi Ibu Profesional.

Pendahuluan

Bulan Agustus menurutku adalahnya bulannya bangsa Indonesia. Di bulan ini kami merayakan hari Kemerdekaan Indonesia yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus. Suasana menjelang tanggal tersebut biasanya sudah mulai semarak. Dekorasi yang didominasi warna merah dan putih, simbol warna bendera Indonesia, biasanya sudah mulai terpasang di berbagai lokasi di Indonesia.

Sayangnya suasana seperti ini tidak dapat kurasakan sejak tinggal di perantauan. Apalagi kota dimana tempat aku menetap tidak terdapat kantor perwakilan Indonesia. Jadi semangat perayaannya tidak dapat kudapatkan.

Walaupun begitu aku tetap ingin berbagi cerita tentang kemerdekaan dan hubungannya dengan seorang mama rantau sepertiku.

Cerita yang berkaitan dengan kemerdekaan diantaranya dapat dibaca pada tulisan “Merdeka Jadi Diri Sendiri“.

Perayaan Kemerdekaan

Sependek pengetahuanku kantor perwakilan Indonesia di Jerman yang berada di kota Frankfurt, Berlin dan Hamburg mengadakan acara peringatan dirgahayu Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2021 lalu. Aku mengetahuinya dari foto dan video yang dibagikan oleh teman-teman yang berada di ketiga kota tersebut melalui aplikasi Instagram. Ada yang mengadakan upacara dan ada pula yang juga mengadakan berbagai ragam perlombaan. Aku beserta suami dan anak kami pernah sekali ikut upacara bendera di kantor Konsulat Hamburg tahun 2019 lalu.

Upacara bendera di tengah cuaca yang mendung.

Upacara bendera di Konjen Hamburg

Di tahun 2019 itu kami sudah berniat dari jauh hari untuk datang ke acara perayaan kemerdekaan sebab kami tahu acaranya jatuh di hari Sabtu. Momentum ini menurutku dan suami adalah kesempatan bagus sebab kami ingin mengenalkan tentang Indonesia, kemerdekaan, upacara bendera dan kegiatan perlombaan ke anak kami yang lahir di tanah rantau dan belum pernah mengikuti upacara bendera. Mendekati hari H, kami sudah memantau di website milik konsulat apa saja persyaratan untuk bisa menghadiri upacara.

Beberapa ketentuan yang kuingat adalah mengenai jam kedatangan dan baju. Untuk menyesuaikan diri dengan dress code kami bertiga sepakat mengenakan batik. Dan supaya bisa tepat waktu tiba di Hamburg, kami pun bangun pagi-pagi dan berangkat pukul 7 pagi dari Hannover. Alhamdulillah bisa sampai tepat waktu.

Anakku menjadi peserta upacara dan ia ikut hormat saat prosesi pengibaran bendera.

Setelah beberapa tahun tidak mengikuti acara bendera, ada rasa haru saat menyaksikan rangkaian upacara bendera khususnya saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Aku sengaja mengambil tempat paling depan agar anakku bisa melihat secara langsung dengan jelas. Upacara berlangsung di tengah cuaca yang mendung. Dan benar saja ditengah-tengah upacara turun hujan. Setelah upacara berakhir, terdapat acara ramah tamah dimana tersedia makanan. Kemudian terdapat bazaar makanan yang menjual berbagai makanan Indonesia. Sayang sekali sampai dengan tengah hari acara perlombaannya belum dimulai. Kami pun akhirnya memutuskan untuk pulang.

Salah satu makanan yang dijual di bazaar.

Tahun ini kami tidak berencana untuk hadir di acara perayaan karena harinya jatuh di hari kerja. Lagipula tanggalnya berdekatan dengan rencana liburan kami. Sehingga bila kami menambah ekstra cuti khusus dihari ini sepertinya tidak baik untuk kami berdua. Namun sepertinya kami harus mempertimbangkan lagi untuk ikut di acara-acara seperti ini. Sebab acara ini merupakan media untuk mengenalkan tentang Indonesia kepada anak kami.

Dampak yang cukup kurasakan sampai dengan saat ini adalah anakku mengenal lagu Indonesia Raya. Ia juga mengetahui bahwa bendera Indonesia berwarna merah dan putih. Dua tahun lalu itu, setelah pulang dari acara di konjen ia sering menggumam nada lagu Indonesia Raya. Ahh senang sekali rasanya jika misi yang aku buat bersama dengan suamiku berhasil. Alhamdulillah…

Perayaan kemerdekaan oleh ceu Dewi

Tahun ini sebenarnya salah satu warga Indonesia yang tinggal di sekitar kota Hameln mengundang ibu-ibu untuk merayakan kemerdekaan Indonesia. Acaranya sekaligus silaturahmi karena sudah lama sekali tidak ketemu reramean karena ketentuan pandemi. Sekali lagi sayang sekali aku tidak bisa ikut acara ini. Padahal ceu Dewi sudah menyiapkan banyak hadiah menarik untuk anak-anak dan ibu-ibu yang datang.

Aku melihat foto dan video yang dibagikan oleh teman-teman bisa ikut merasakan keseruan acara tersebut. Semoga di lain waktu bisa mendapat kesempatan untuk merayakan kemerdekaan bersama teman-teman.

Arti Kemerdekaan Bagi Mama Rantau

Apakah arti merdeka bagi mama rantau?

Apakah dengan merantau berarti lebih merdeka?

Aku menemukan sebuah quote yang menarik dan bisa menjadi pemantik semangat.

Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka. Dirgahayu Indonesiaku.

Anonim, diambil dari Fimela.com

Quote yang aku peroleh sebetulnya mengingatkan kembali kepada perkataan guru-guruku dan pelajaran-pekajaran yang pernah kudapatkan. Cikal bakal sebuah bangsa adalah keluarga. Dalam keluarga, ibu merupakan motor penting kokohnya sebuah keluarga. Jadi, bila seorang ibu tidak percaya pada kekuatan dirinya, bagaimana keluarga dalam hal ini anak-anak dapat memiliki kepercayaan pada kekuatan dirinya?

Tantangan bagi mama rantau yang kurasakan dulu adalah tidak percaya diri, bahwa teman-teman yang berasal dari eropa atau mereka yang lahir dan tinggal disini lebih hebat, pintar dan keren. Perasaan seperti ini membatasi diri dan membuat tidak bisa melawan saat diperlakukan tidak adil. Ketika aku mulai membenahi diri, rasa percaya diri mulai muncul, maka aku pun mulai bisa bersikap lebih baik, mau tampil dan lebih berani.

Saat rasa percaya diri ini muncul aku jadi bisa menularkan rasa dan semangat yang sama ke anakku. Ia tentu memiliki tantangan juga sebagai anak pendatang yang tampilan fisiknya berbeda dari teman-temannya yang lain. Rasa percaya diri ini adalah modal yang penting. Aku dan anakku, juga suamiku bisa lebih berani dan cakap, memberikan cerminan sebagai orang Indonesia yang baik dan cekatan

Cerita tentang kemerdekaan dan anak sudah pernah kutulis tahun lalu di tulisan yang berjudul “Merdeka Dalam Menyayangi Anak

Setelah rasa percaya diri sudah lebih baik, aku pun mulai berbagi. Dengan berbagi hal-hal yang sudah kualami dan pelajari ini aku berharap bisa menyemangati para mama lainnya, khususnya mama rantau untuk sama-sama berbagi dan menebar manfaat yang lebih luas. Apalagi bila kita bisa berbagi manfaat untuk para mama lainnya yang bukan berasal dari Indonesia, hal itu tentu saja akan lebih keren lagi!

Penutup

Bagi seorang mama rantau, perayaan kemerdekaan setiap bulan Agustus merupakan salah satu jalan untuk mengenalkan kepada anak-anak Indonesia tentang Indonesia. Bila memungkinkan bisa mengikuti perayaan kemerdekaan yang diadakan oleh kantor perwakilan Indonesia. Bila tidak memungkin bisa dengan membuat acara seseruan bersama ibu-ibu Indonesia lainnya yang tinggal satu kota. Bila tidak memungkinkan juga, bisa dengan membuat dekorasi dan acara bersama keluarga di rumah.

Bagi mama rantau yang saat ini sedang mengambil peran apapun di area domestik maupun publik hendaknya bisa memanfaatkan kemerdekaan yang dimiliki dengan memberikan manfaat seluas-luasnya untuk khsusnya untuk keluarga, masyarakat maupun sesama perempuan.

Merdeka!!

Salam,

-ameliasusilo-

Silakan tinggalkan komentar anda disini..