Hidup di Jerman

Kejutan Spesial dari Tetangga

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh..

Bismillahirrohmaanirrohiim..

Salah satu hikmah Ramadan di masa pandemi ini adalah bersyukur memiliki tetangga. Maksud tetangga disini (versiku) adalah masyarakat Indonesia yang berdomisili di Hannover saat ini.

Kebetulan aku tinggal berdekatan dengan keluarga Indonesia lainnya. Jarak antara apartemen atau rumah mereka ini dapat ditempuh dengan berjalan kaki 15-20 menit, naik angkot maupun naik sepeda. Selain mereka masih ada lagi singlelillah dan keluarga Indonesia yang tinggal beda kecamatan. Transportasi menuju apartemen mereka juga tidak sulit. Ada bus yang tinggal sekali naik atau dengan tram maksimal sekitar10-20 menit dari pusat kota.

Disini aku mau bercerita saat Ramadan lalu, para tetangga yang berdekatan maupun yang berjauhan ini secara bergantian mengirimkan hidangan berbuka puasa. Mengingat kondisi pandemi seperti sekarang, mendapatkan kiriman takjil tentunya sama sekali tidak terpikir olehku. Namun ternyata para tetangga kesayangan ini tetap saja mengirimkan makanan yang biasanya kami santap saat acara berbuka puasa bersama.

Lucunya, beberapa kali aku mendapatkan pesan melalui WA ataupun bunyi bel ketika aku ataupun suamiku membatin atau mengucapkan menginginkan sesuatu sebelumnya. MasyaAllah.. rejeki Ramadan banget ini. Yang kuingat antara lain ketika suamiku mengucapkan Martabak Manis. Eeeh tiba-tiba pada suatu hari ada yang antar Martabak Manis satu piring penuh. Ada lagi yang kasih Cinnamon Roll pada saat aku ngebatin kepingin cobain kayak apa rasanya gara-gara lihat gambar Cinnamon Roll, sebagai menu buka puasa, sering berseliweran di feed Instagram.

Ada juga yang tiba-tiba kasih nasi uduk plus tempe oreknya saat aku lagi kepingin banget bikin tempe orek tapi kehabisan tempe di toko Asia. Bukan hanya aku dan suami, si bocah juga kecipratan rejeki Ramadan. Pada suatu hari dia kepingin Pizza, sayangnya tidak kesampaian karena toko langganan tutup. Eeh beberapa hari setelahnya ada yang bel kirim Pizza. MasyaAllah.. MasyaAllah.. Belum lagi ada yang kirim nasi kuning komplit enak banget, lupis, martabak, es timun, bakwan, makanan dan kue-kue lainnya. Makanan-makanan yang kebayang-bayang diangan-angan.

Kejutan dari tetangga tidak berhenti disini. Pada saat mendekati hari Lebaran dan hari H lebaran ada yang mengirimkan hampers dan makanan jugaaak. Hampersnya ada yang berupa makanan berat, cokelat, kue, buku dan tanaman. Yang kasih tanaman ini juga entah dapat ilham darimana. Tanaman-tanaman yang kudapatkan ini masuk wishlist ku. Bagaimana aku tidak terharu?

Social distancing bukan berarti menghilangkan silaturahmi diantara kami. Sementara ini memang kami tidak bisa sering bertemu seperti biasanya. Tetapi selalu ada cara agar silaturahmi diantara kami tetap terjaga. Ada Yang Mengatur sehingga kami tetap bisa menjaga silaturahmi.

Hal ini juga sebagai pengingat untukku pribadi agar selalu tetap menjaga hubungan baik dengan tetangga. Era teknologi dan media sosial memang mendekatkan yang jauh. Tetapi jangan sampai lupa untuk berbuat baik dan berkomunikasi dengan para tetangga terdekat, insyaAllah.

Terima kasih yaa tetanggakuu, kejutannya membuat kami sekeluarga senang sekali.

-ameliasusilo-

Update: sampai hari Minggu kemarin, satu minggu setelah Lebaran masih ada tetangga-tetangga yang kirim tanda cinta ke rumah. Ya Allah terharuu aku tuuh.. Bisa ketemu dan ngobrol meskipun hanya sebentar dan berjarak, bisa tahu bahwa mereka sehat dan beneran baik-baik saja membuatku happy.

Sumber featured image: Music vector created by macrovector – www.freepik.com