Kesehatan Mental

Jurnal Proyek Rawat Diri: Senam Otak

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.. Bismillahirrohmaanirrohiim.. Senam otak apakah ada kaitannya dengan rawat diri? Ternyata ada. Bahkan efek senam otak ini sifatnya jangka panjang. Nah, pekan ini selain senam otak akan ada tema – tema lain yang tidak kalah menarik dipekan rawat diri yang diadakan kembali oleh mbak Farda dari Jurnal Ibu Pembelajar. Silakan membaca jurnal – jurnal rawat diri selama sepekan di bulan Februari ini di blog Michdichuns.

Tantangan Senam Otak

Senam otak di pekan rawat diri
Tantangan hari pertama diajak senam otak.
Sumber gambar: Canva

Tubuh kita terdiri atas berbagai organ yang menyusunnya. Otak adalah pusat pengaturan seluruh sistem dan aktivitas tubuh. Bisa dibayangkan ya bagaimana otak senantiasa bekerja setiap saat, setiap waktu? Seperti halnya badan fisik kita, otak juga perlu diperhatikan dan dirawat. Apakah selama ini kita sudah memperhatikan kebutuhan otak? Apa yang kita lakukan untuk menjaga organ vital ini supaya terjaga kesehatannya?

Otak yang sehat berdampak baik bagi kita. Efeknya bukan hanya untuk jangka pendek tetapi juga untuk jangka panjang. Oleh karena itu di tantangan hari pertama di pekan rawat diri kali ini adalah senam otak. Mbak Farda mengajak para peserta untuk meluangkan waktu selama 5 – 10 menit untuk melakukan kegiatan ini. Kami bebas menentukan bentuk senam otak. Yang paling penting kami harus merasakan sensasinya di otak, observasi perubahan yang dirasakan dan menuliskannya di jurnal.

Let’s try!

Refleksi

Aku biasa berpikir. Tanpa disadari aku berpikir. Memang manusia menggunakan otaknya untuk berpikir, namun berdasar ilmu mengenai bakat dan watak yang pernah aku pelajari aku berasumsi bahwa orang – orang sepertiku memiliki kecenderungan untuk menggunakan otaknya untuk apapun dan kapanpun. Oleh karena itu, sepertinya aku perlu mencari senam otak yang tidak membuat otakku untuk berpikir.

Percaya atau tidak saat diminta untuk mencari senam otak, aku malah langsung merasa cocok dengan media yang malah menggunakan otak untuk berpikir hihihi… Efeknya memang aku jadi senang dan bahagia melakukannya. Tapi metode yang kupikih lebih cocok jika kulakukan di akhir pekan saja. Jika aku menggunakan di hari kerja malah akan membuat kelelahan. Video senam otak yang dibagi oleh mbak Farda di Whatsapp Grup akan aku coba. Selain itu merutinkan tilawah dan zikir di pagi hari sebelum memulai aktivitas harian, akan aku coba sebagai cara untuk menjaga kesehatan otak.

Tilawah merupakan pengganti baca buku. Zikir pagi sebagai pengganti meditasi. Dua hal yang sudah kulakukan tapi belum rutin dan konsisten di pagi hari. Jika kulakukan setiap pagi aku berharap efeknya bagi tubuhku adalah menjaga kesehatan otak dan juga sebagai self care spiritual.

Jurnal rawat diri lainnya yang menarik lainnya adalah tentang tidur yang kutulis di jurnal tidur.

Insight

Sejujurnya aku sudah pernah mendengar tentang senam otak. Aku juga pernah diberi tahu mengenai brain gym. Sayang sekali informasi ini hanya berhenti disitu. Aku tidak mencari tahu lebih banyak dan mempraktekkannya. Berhubung mbak Farda mengajak untuk merawat otak, aku jadi mencari tahu tentang senam otak ini. Aku juga memilah kegiatan apa yang sekiranya cocok untukku.

Manfaat

Dari hasil browsing aku menemukan sebuah artikel menarik dari Alomedika yang menyebutkan beberapa manfaat dari senam otak. Meskipun pada artikel tersebut disebut senam ini memiliki efek baik bagi khususnya lansia dan para penderita penyakit stroke, manfaat yang tertulis menurutku dapat bermanfaat baik pula bagi yang berusia muda dan yang masih sehat.

Beberapa manfaat yang kuperoleh dari artikel tersebut, antara lain:

  • Meningkatkan daya ingat
  • Mencegah pikun
  • Meningkatkan konsentrasi
  • Meningkatkan kecerdasan
  • Menjaga kesehatan dan fungsi otak

Contoh kegiatan senam otak

Beberapa kegiatan senam otak yang dianjurkan di artikel Alomedika, seperti:

  • Mengawali hari dengan membaca
  • Mendengarkan atau memainkan alat musik
  • Mengerjakan soal matematika
  • Bermain game
  • Mempelajari bahasa baru
  • Melakukan olahraga rutin, misalnya berenang, yoga, tenis, senam, golf

Take home message

Ada beberapa hal yang kudapatkan dari sesi berbagi mbak Farda dan juga cerita teman – teman di kelas.

Setiap orang unik dan berbeda. Cara senam otak antara satu orang dengan orang yang lainnya bisa jadi berbeda. Kuncinya adalah mengenali diri. Jangan sampai cara yang dipilih hanya karena mengikuti tren dan keren atau karena pengaruh dari teman.

Lakukan kapan saja, cari waktu yang paling sesuai. Untuk menjadikan aktivitas ini sebagai habit baru, mungkin bisa menggabungkannya dengan ritual pagi hari atau malam hari sebelum tidur. Jika tidak bisa menjadikan sebagai aktivitas harian, bisa membuat jadwal – jadwal. Yang penting adalah melakukan dengan bahagia dan kapasitas diri untuk mencapai tujuan akhir yaitu menjaga kesehatan otak.

Otak yang sehat akan berpengaruh terhadap kemampuan kita untuk bisa mindful.

Apresiasi Diri

Segera setelah tantangan diberikan aku langsung mencari tahu tentang senam otak. Kebetulan karena masih pagi aku segera mempraktekan apa yang kudapatkan. Senang sekali rasanya mengajak otak bermain. Oleh karena itu aku memberi diriku apresiasi berupa tiga buah hati.

Tiga hati untuk senam otak hari pertama
Tiga bintang untuk tantangan hari pertama

Bagi orang dengan bakat dan watak sepertiku, ada kemungkinan secara tidak sadar aku terus memaksa otak bekerja sepanjang waktu. Tantangan dari mbak Farda mungkin adalah penolong otakku dan pengingat untuk ke depannya. Jangan sampai nanti otak kelelahan dan malah berdampak buruk baik kesehatanku. Lagipula bagaimana caranya bisa mindful jika otak mengalami gangguan?

Yuk teman – teman jaga kesehatan otak kita! Boleh dong diceritakan senam otak apa yang telah atau akan kamu lakukan?

Salam,

-ameliasusilo-

Silakan tinggalkan komentar anda disini..