kesehatan

Jurnal Proyek Rawat Diri: Mindful Bodycare

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh..

Bismillahirrohmaanirrohiim..

Disclaimer: Foto produk yang ada di blog ini bukan untuk iklan. Penulis membeli sendiri produknya.

Tantangan hari ke-5 adalah tantangan yang aku sukai, yaitu berkesadaran saat merawat tubuh. Ahh aku jadi merindukan perawatan tubuh dari kepala sampai kaki yang biasa kulakukan ketika aku tinggal di Indonesia. Dulu itu paling tidak sebulan sekali aku akan melakukan perawatan head to toe.

Saat kuliah aku punya langganan lulur dan creambath yang datang ke rumah. Saat sudah bekerja aku pergi ke spa khusus untuk perempuan dan tempat totok yang berada di daerah Jakarta Selatan. Berangkat pagi pulang menjelang sore. Iya selama itu aku melakukan perawatan hihihi.. Setelah perawatan rasanya enak sekali.

Sejak pindah ke Jerman aku belum pernah melukukan perawatan head to toe lagi. Aku tidak tahu dimana lokasi yang enak, nyaman dan terpercaya. Yang kedua, masalah biaya. Jika aku melewati tempat-tempat pijat tradisional Thailand, melihat harganya aku langsung pusing hihihi..

Sumber foto: FB Page Jurnal Ibu Pembelajar

Akhirnya aku jarang sekali melakukan perawatan tubuh. Karena kalau melakukan perawatan tubuh sendiri aku tidak mendapatkan sensasi pijat dari kepala sampai kaki. Walaupun hasil akhir dari perawatan yang dilakukan baik di tempat spa maupun kulakukan sendiri tidak jauh berbeda.

Perawatan yang sering kulakukan adalah perawatan wajah. Skincare pagi menjadi aktivitas yang rutin kulakukan setiap pagi. Skincare tiap malam sebelum tidur, ehm, ini baru tantangan besar untuk dijaga konsistensinya. Padahal sensasi bangun pagi hari dengan kulit yang rasanya kenyal itu sesungguhnya mampu meningkatkan rasa percaya diriku. Oh iya, aku senang mengadopsi teknik perawatan wajah ala Korea yang banyak itu. Apalagi jika aku menyempatkan diri untuk menggunakan masker. Pagi hari ketika bangun tidur wajah terasa hangat, kenyal dan lebih cling. Aku yang melihat kulih wajahku yang sehat pun jadi bahagia.

Selain itu jika aku sedang “ingat” untuk pampering my own body, biasanya aku melakukan perawatan tangan dan kaki. Untuk tangan aku biasanya hanya menggunakan krim tangan. Sedangkan untuk perawatan kaki aku menggunakan scrub, krim kaki dan juga masker untuk menghilangkan kulit ari yang kasar dan sudah mati.

Scrub dan lulur tubuh rasanya terakhir kulakukan ketika aku mudik ke Indonesia. Tubuhku beruntung jika aku ingat untuk memberikan body lotion setelah aku memakaikan lotion tersebut ke anakku hehehe.. Oh iya untuk perawatan rambut selain keramas aku juga memberikan conditioner.

Tantangan mindful bodycare

Rasanya ini tantangan yang paling kusukai selama 5 hari ini. Aku diingatkan untuk melakukan perawatan tubuh, memanjakan tubuhku yang setiap harinya sudah kuajak untuk berkegiatan. Sudah lama sekali sepertinya aku tidak melakukan perawatan rambut, meni-pedi dan juga kulit tubuh secara keseluruhan. Bagian-bagian tubuh ini jika mereka bisa berbicara mungkin sudah berteriak minta dimanjakan juga.

Berkesadaran saat melakukan perawatan tubuh sebenarnya sudah kulakukan. Suami dan anakku selalu tidak sabar ketika aku baru melakukan skincare wajah menjelang kami pergi. Soalnya pasti lama hehehe.. Aku suka melakukan skincare ini didepan kaca dan berlama-lama sembari memperhatikan kulit wajahku. Aku mencoba merasakan sensasi cairan maupun krim ini masuk ke dalam lapisan kulitku.

Setelah membaca tantangan ini aku langsung pergi ke kamar mandi dan membuka lemari kecil yang ada disana. Benar saja, sudah ada tumpukan produk perawatan tubuh disana yang aku beli beberapa bulan lalu dan belum aku sentuh sama sekali. Ada masker untuk muka, tangan, kaki dan juga dada. Masker untuk muka ini sheet mask langgananku jadi aku sudah tahu hasilnya. Masker-masker jenis lainnya belum pernah kucoba. Untuk tantangan kali ini aku ingin mencoba masker tangan dan kaki.

Mindful bodycare. Foto milik pribadi

Saat ini sedang terjadi peralihan cuaca berikut suhunya dari musim panas yang panas dan hangat ke musim gugur yang sejuk dan mendingin. Seluruh kulit di tubuhku sebetulnya sudah menunjukkan tanda-tanda dehidrasi berupa kulit yang kering, beruntusan, terkelupas dan rasanya kaku serta perih. Tapiiii aku mengabaikannya. Alhamdulillah tantangan ini datang sebagai penolong mereka dan pengingatku.

Untuk tantangan hari ini aku memilih untuk memanjakan rambut, tangan dan kakiku. Aku akan menambahkan conditioner saat keramas. Aku akan mencoba masker tangan dan kaki pada saat bersamaan.

Mindful bodycare. Foto milik pribadi

Apa yang aku dapatkan?

Pikiran: Aku akan bahas tentang perawatan rambut terlebih dahulu ya. Seperti yang sudah kutulis di jurnal berkesadaran dengan kegiatan air, mengkondisikan diri ini mindful saat keramas adalah hal yang sudah sering kulakukan. Saat keramas aku fokus untuk memijat kepalaku dan merasakan kesegaran di kulit kepalaku. Untuk menambah sensasi memanjakan rambut, aku pun menambahkan conditioner. Pikiranku sepenuhnya ada disini. Aku memikirkan bagaimana aku memijat dengan enak, bagian kepala dan rambut mana yang belum terkena sampo dan conditioner.

Keputusan untuk menggunakan masker tangan dan kaki saat bersamaan adalah keputusan yang tepat. Sebab kondisi seperti ini mengharuskanku untuk berdiam selama 20 menit. Ternyata 20 menit itu lama juga hihihi.. Awalnya aku mencoba untuk duduk tapi rasanya malah tidak nyaman. Aku pun kemudian berbaring. Oh iya sebelum berbaring aku pastikan maskernya benar-benar mengenai seluruh permukaan kulit kakiku. Pada saat berbaring itu aku bisa sambil memijit-mijit tanganku. Sambil menyesal karena membuat kulit tanganku kering mengelupas dan keriput menghitam.

Setelah 20 menit aku melepas masker tanganku terlebih dahulu. Sisa krim yang ada di tanganku kugunakan untuk memijat langsung seluruh permukaan kulit di tangan. Hal yang sama juga kulakukan untuk kulit kakiku. Melakukan pijatan ini kulakukan dengan berkesadaran penuh.

Perasaan: Pada saat rambut kubilas dan rasanya halus dan lembut itu sungguh menyenangkan. Rasanya rambut lebih sehat dan ringan.

Perasaan senang juga kurasakan setiap kali kulit-kulit tanganku bergesekan. Rasanya halus, lembut dan terawat. Aku pun gembira tidak melihat lagi kulit-kulit yang mengelupas. Belum lagi bila tercium bau harumnya dari krim yang berasal dari masker.

Evaluasi

Menurutku tidak ada yang perlu dievaluasi dari caraku melakukan perawatan tubuh. Mungkin sekedar catatan waktu yang dipilih untuk menggunakan masker mungkin sebaiknya dipilih waktu dimana suamiku berada di rumah. Sehingga jika anakku membutuhkan sesuatu yang sama sekali tidak bisa dilakukannya ada suamiku yang dapat membantunya. Atau mungkin kegiatan ini kulakukan ketika anakku sedang tidak berada di rumah.

Rencana

Perawatan tubuh ini tentunya harus lebih sering lagi kulakukan. Apalagi cuacanya sudah mulai mendingin seperti ini. Rambut akan lebih kering karena terkena air panas ketika keramas. Kulit juga lebih kering karena suhu dingin dan mandi dengan air panas. Perawatan head to toe tentunya dapat menghindarkan dari kondisi yang kurang menyenangkan. Selain itu perawatan tubuh ini dapat meningkatkan rasa bahagia yang dibutuhkan selama musim dingin untuk menghindari terjadinya winter depression.

Apresiasi diri

Apa yang telah aku lakukan, apa yang kupikirkan dan kurasakan berhak kuapresiasi dengan nilai 3 buah hati. Aku melakukan kegiatan perawatan tubuh dengan sadar dan senang. Aku menikmati durasi perawatan dengan nyaman. Setelah kegiatan memanjakan diri yang kulakukan ini selesai, aku pun gembira dengan hasilnya.

Sumber foto: Canva

Apa saja yang kamu lakukan untuk perawatan tubuh dan berkesadaran dalam melakukannya?

Semoga cerita di jurnal pekan rawat diri ini bisa memberikan manfaat ya.

-ameliasusilo-

0 Comments

Silakan tinggalkan komentar anda disini..