Bunda Cekatan Michdichuns
Bunda Cekatan

Jurnal Bunda Cekatan Persiapan Tahap Kepompong

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.. Bismillahirrohmaanirrohiim.. Tahap kepompong di kelas Bunda Cekatan bermakna berhenti mencari ilmu dan mulai melatih ilmu yang telah diperoleh di tahap Ulat. Oleh karena itu jurnal yang ditulis di tahap ini ada dua. Satu buah jurnal akan menuliskan tentang puasa melakukan hal-hal yang menghambat peserta melatih atau mengimplementasikan ilmu. Jurnal lainnya akan menceritakan usaha mengaplikasikan atau melatih ilmu yang diperoleh. Kedua jurnal ini sama-sama menceritakan usaha peserta Bunda Cekatan memiliki kebiasaan baik yang baru.

Persiapan Tahap Kepompong

Tahap Kepompong michdichuns kelas Bunda Cekatan batch 3
Menjadi kepompong di hutan Kupu-kupu Cekatan selama musim dingin.
Sumber gambar: Canva dengan kreativitas penulis.

Dua buah jurnal yang wajib disetorkan selama tahap Kepompong ini adalah dua buah jurnal yang berbeda seperti yang sudah kutuliskan diatas. Selain yang dilatihkan berbeda, waktu pengumpulan jurnal pun juga berbeda. Puasa dilakukan setiap hari namun pengumpulan jurnalnya hanya dilakukan diperiode tertentu. Periode pengumpulan hanya dibatasi selama tiga hari. Kami hanya diizinkan untuk tidak mengumpulkan satu kali saja. Jika lebih dari itu konsekuensinya adalah gugur dari kelas Bunda Cekatan.

Aku berusaha untuk mengumpulkan keempat jurnal puasa ini. Di tahap sebelumnya aku memanfaatkan kesempatan tidak mengumpulkan jurnal sebanyak satu kali. Saat tidak mengumpulkan itu rasanya nano-nano. Di satu sisi aku lega karena memang waktunya saat itu tidak memungkinkan untuk mengerjakan tantangan dan menulis jurnal. Di sisi lain aku merasa ada yang kurang lengkap dalam mengidentifikasi dan mencicipi proses belajar di tahap sebelumnya.

Contoh jurnal puasaku di kelas Bunda Cekatan batch 2.

Jurnal lainnya, yaitu jurnal tantangan 30 hari, dikumpulkan setiap hari selama 30 hari. Jurnal yang ini tidak ada batasan waktu penyetoran. Boleh rutin dikumpulkan setiap hari bila mampu. Bila peserta tidak sanggup, Magika mengizinkan untuk setor jurnal dengan cara merapel.

Tahun lalu sayangnya aku tidak bisa menulis secara rutin 30 hari. Kesibukan pindah rumah dan tanggung jawab di ranah publik menjadi tantangan dalam mengumpulkan jurnal ini secara rutin. Kalau tidak salah ingat ada dua kali aku terpaksa harus merapel jurnal ini. Aku berharap kali ini aku tidak perlu merapel lagi. Setoran rutin ini akan membangun kembali kebiasaan baikku menulis blog.

Ini salah satu jurnal 30 hariku di tahap Kepompong tahun lalu.

Sebelum aku menjalani tantangan puasa dan latihan 30 hari, aku sudah menentukan terlebih dahulu tujuanku di tahap Kepompong ini. Selain tujuan, aku juga menentukan kriteria penilaian sebagai bahan evaluasi setiap hari.

Jurnal Puasa Kepompong

Tujuan puasaku adalah menghilangkan kebiasaan buruk di sepanjang hari yang menyebabkanku tidak dapat melakukan self care, mengendalikan emosi, fokus dan mindful. Berikut ini adalah target puasa tiap pekan:

  • Pekan 1: Tidak mengaktifkan ponsel setelah bangun tidur untuk melihat jam dan sosial media sampai pukul 8 pagi.
  • Pekan 2: Melanjutkan puasa pekan 1 ditambah tidak marah ke anak dan suami di pagi hari.
  • Pekan 3: Melanjutkan puasa pekan 1 dan 2 serta tidak melakukan lebih dari satu pekerjaan dalam satu waktu.
  • Pekan 4: Melanjutkan puasa pekan 1, 2 dan 3 serta tidak rebahan di rentang waktu pukul 19 – 21.

Selain target puasa, ada kriteria penilaian yang dijadikan acuan evaluasi harian. Berhubung tiap pekan aku akan menambah target puasa, maka kriteria penilaian ini akan berubah di tiap pekannya. Sebagai modal awal penilaian berikut ini adalah keempat kriteria yang aku tetapkan untuk jurnal puasa:

  • Need improvement: bangun tidur langsung mengaktifkan ponsel dan melihat media sosial direntang waktu bangun tidur sampai pukul 8.
  • Satisfactory: bangun tidur langsung mengaktifkan ponsel untuk melihat jam saja.
  • Very good: bangun tidur tidak langsung mengaktifkan ponsel untuk melihat jam dan sosial media. Namun mengaktifkan ponsel direntang waktu bangun tidur sampai pukul 8.
  • Excellent: tidak mengaktifkan ponsel untuk melihat jam dan sosial media sampai pukul 8 pagi.

Jurnal 30 Hari Kepompong

Saat ini target awal yang aku ingin capai adalah bisa rutin melakukan meditasi bangun tidur, ibadah pagi dan menulis jurnal pagi – malam. Kebiasaan pagi hari penting sebagai bekal mengontrol emosi selama satu hari itu. Aktivitas self care di pagi hari ini beriringan dan berkaitan dengan puasa yang kulakukan dipekan pertama dan kedua.

Menurutku target ini bersifat sementara dan akan berkembang. Saat ini aku masih belum tahu apakah akan memperbarui target 30 hari per pekan atau sepuluh hari. Aku akan menyesuaikan dengan situasi saat periode tantangan berjalan. Untuk tujuh hari pertama aku akan fokus untuk kegiatan di pagi hari saja. Jurnal malam akan aku tambahkan untuk target berikutnya.

Sama seperti jurnal puasa, jurnal 30 hari juga memiliki kriteria penilaian. Lambang dan istilahnya sama tetapi apa yang dinilai berbeda dari jurnal puasa.

  • Need improvement: tidak mengerjakan apapun
  • Satisfactory: hanya mengerjakan ibadah pagi saja
  • Very good: mengerjakan ibadah pagi dan satu kegiatan lainnya
  • Excellent: mampu mengerjakan meditasi bangun tidur, ibadah pagi dan menulis jurnal pagi.

Itulah persiapanku untuk mengerjakan tantangan di tahap Kepompong. Semoga aku diberi kemudahan untuk mengerjakan semuanya selama satu bulan ini. Semangat!!

Salam,

-ameliasusilo-

One Comment

Silakan tinggalkan komentar anda disini..