Journal A Home Team Michdichuns
A Home Team

Jurnal A Home Team

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.. Bismillahirrohmaanirrohiim.. Jurnal A Home Team adalah tugas yang diberikan oleh mbak Tya pekan ini. Di pertemuan kedua yang diadakan pekan ini circle A Efrimenia kembali belajar bersama di pertemuan kedua. Dibandingkan dengan pekan lalu, peserta yang hadir di pekan ini jumlahnya jauh lebih banyak. Ternyata banyak yang penasaran dengan pembelajaran di program A Home Team dan ingin tahu cara membangun keluarga berkualitas A. Jadi, apa yang dipelajari dipekan ini?

Komitmen dan Jurnal A Home Team

Di awal pertemuan peserta diajak untuk mengingat kembali apa komitmen yang telah dijanjikan ke diri sendiri selama proses belajar di A Home Team. Mbak Tya langsung menanyakan kepadaku apa saja komitmenku untuk diceritakan kepada teman-teman di ruang Zoom. Aku menetapkan tiga buah komitmen, yaitu tepat waktu, aktif di kelas dan langsung praktik untuk keluarga. Pekan ini aku ternyata melanggar komitmen pertama karena datang terlambat beberapa menit dari jadwal yang telah ditentukan. Mbak Tya yang mendengarkan pengakuanku sambil senyum-senyum menanggapi dengan saran yang positif.

Jadi, komitmen yang dibuat pekan lalu jika belum bisa dipenuhi pada pekan ini tidak masalah selama kita berusaha untuk memperbaiki. Dalam hal ini, pekan depan harus diusahakan datang tepat waktu. Padahal aku terlambatnya tidak sampai 5 menit. Tapi jika sudah dijadikan komitmen ya tetap saja rasanya beda.

Menurut KBBI, komitmen artinya keterikatan untuk melakukan sesuatu atau tanggung jawab. Setiap orang yang melakukan sesuatu atau menjalin hubungan biasanya memiliki komitmen. Tanpa komitmen bisa jadi yang dikerjakaan jadi tidak maksimal atau hubungan yang terjalin tidak berjalan dengan harmonis.

Oleh karena itu, jika boleh untuk menambah satu komitmen lagi aku ingin mengisi jurnal A ini sebagai komitmen tambahan. Tujuannya agar aku bisa lebih bertanggung jawab dalam proses belajar dan membangun keluargaku. Bismillah..

Merekatkan Keluarga Biologis

Bagi sebagian orang terkadang merasa berada di tengah keluarga ideologis lebih menyenangkan dibandingkan keluarga biologis. Artinya ketika seseorang misalnya berada di komunitas, kantor atau lingkungan pertemanan, suasananya lebih menyenangkan dan membuat bahagia dibanding ketika orang tersebut berada diantara keluarga kandungnya atau misalnya keluarga pasangan. Kenapa bisa seperti itu?

apakah foto keluarga harmonis menggambarkan situasi dan kondisi keluarga yang harmonis? Michdichuns
Bagaimana situasi dan kondisi keluarga biologis saat ini? Apakah foto keluarga harmonis benar-benar menggambarkan situasi dan kondisi keluarga yang harmonis? Sumber gambar: Canva.

Jawabannya tergantung dari kondisi dan situasi di keluarga kita masing-masing. Bagaimana hubungan keluarga biologis yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak sehari-hari. Apakah bisa berkomunikasi dengan baik, apakah dapat merasakan cinta dan kasih sayang. Jika melihat sosial media dimana foto harmonis keluarga bertebaran dimana-mana, kenyataan yang sebenarnya tentang hubungan keluarga tersebut belum tentu semanis seperti yang tergambar di foto. Coba tanya dengan jujur bagaimana perasaanmu saat berada di tengah-tengah keluarga.

Kadang kita sudah tahu jawabannya tapi sulit untuk mengakuinya. Sekarang coba resapi pertanyaan di atas tadi lalu jawab saja dengan jujur. Sebab untuk merekatkan hubungan keluarga diperlukan situasi dan kondisi yang nyaman untuk seluruh anggota keluarga yang berada di dalamnya. Jadi, apakah teman-teman pembaca Michdichuns yakin saat berada di tengah keluarga di rumah sekarang ini merasa nyaman? Bagi yang sudah menikah apakah saat berkunjung ke rumah mertua atau orang tua merasa bahagia? Jika jawabannya tidak, kemungkinannya ada yang belum on track pada keluarga teman-teman.

Keluarga dan cuaca

Saat sulit untuk mengakui kondisi asli keluarga saat ini, kita bisa membuat sebuah perandaian. Menurutku, saat dibungkus dengan perandaian ini aku jadi bisa lebih meresapi pertanyaan tentang perasaan saat berada di tengah keluarga serta situasi dan kondisi keluarga saat ini. Aku juga lebih memahami apakah saat ini ditengah keluargaku ada masalah atau tidak. Wokshop A Home Team yang sifatnya fun kali ini memiliki anologi yang sesuai dan dituangkan dalam bentuk gamifikasi.

Pertanyaan gamifikasi yang diajukan oleh mbak Tya untuk mengetahui kondisi keluarga peserta menurutku unik. Beliau mengajak kami untuk membuat perumpamaan situasi dan kondisi keluarga saat ini seperti situasi dan kondisi cuaca. Apakah cuacanya hangat atau dingin? Apakah keluarga kita seperti layaknya cuaca di luar rumah yang berangin kencang atau seperti suasana saat angin bertiup sepoi-sepoi.

Michdichuns merekatkan keluarga biologis di program A Home Team
Kamu yang mana?
Sumber gambar: Canva.

Jawaban dari teman-teman di ruang Break Out Room (BOR) bervariasi. Ada yang menganologikan hangat namun membutuhkan sesuatu yang dingin-dingin supaya tidak sampai jadi panas. Ada pula yang mengibaratkan seperti cuaca di musim semi dimana cuacanya mulai menghangat, nyaman namun kadang masih hujan dan dingin tetapi mulai tampak harapan melalui munculnya kuncup-kuncup di tumbuhan.

Which wheather do you choose?

Jurnal A Home Team

Seperti yang sudah diceritakan di jurnal A Home Team sebelumnya, tujuan diadakannya program A Home Team ini adalah untuk membantu para pesertanya membangun keluarga berkualitas A. Membangun ini tentu membutuhkan proses. Untuk mengetahui bagaimana prosesnya berjalan maka refleksi perjalanan pembangunan tersebut dituangkan dalam sebuah jurnal. Khusus program A Home Team, jurnalnya pun disebut dengan jurnal A Home Team.

Jurnal A Home Team pertamaku dapat dibaca di tulisan yang berjudul Workshop A Home Team.

Refleksi keluarga

Dari materi yang disampaikan mbak Tya, fasilitator Keluarga EfrimeniA, serta diskusi tentang keluarga di BOR membuatku berpikir kembali bagaimana sebenarnya situasi dan kondisi yang ada di keluargaku. Aku ingin membangun keluarga kecilkku hingga memiliki kualitas A (insyaAllah). Sebelum aku mulai membangun aku perlu tahu situasi kondisi di awal sehingga aku tahu bagaimana perkembangannya.

Kondisi cuaca

Aku memilih cuaca yang menghangat dengan semilir angin sepoi-sepoi serta adanya kemungkinan mendung dan hujan untuk perumpamaan kondisi keluargaku. Menurutku ini adalah potret keluarga yang sedang bertumbuh, menjalani proses pengenalan dan penyesuaian secara terus menerus. Apalagi saat ini kondisiku sedang hamil sehingga mendung dan hujan bisa datang kapan saja. Lalu, aku dapat mengimajinasikan adanya kuncup daun dan bunga dari cuaca yang hadir tersebut. Bismillah ya semoga dengan semakin hangatnya cuaca, kuncup-kuncup semakin banyak sehingga nanti akhirnya siap berkembang.

Pasar atau tim sepak bola?

Jika boleh jujur saat ini kami adalah keluarga yang sedang dalam peralihan dari gambaran pasar yang ramai dan individual menjadi sebuah tim kesebelasan sepak bola yang memiliki komunikasi, koordinasi dan kerja sama. Jika di presentase proporsinya adalah 40% pasar, 60% tim sepak bola. Sudah lumayan kan ya?

Michdichuns A Home Team keluarga kerumunan atau keluarga tim?
Apakah keluarga teman-teman pembaca Michdichuns seperti kerumunan pasar atau tim sepak bola?
Sumber gambar: Michdichuns.

Usia pernikahan yang berjalan lebih dari lima tahun membuat komunikasi kami semakin semangat memperbaiki cara berkomunikasi. Sejak bergabung di Ibu Profesional dan apalagi baru-baru ini aku melengkapi amunisi diriku dengan ilmu dari Enlightening Parenting, aku sadar bahwa perubahan dimulai dari diri sendiri. Ubah sesuatu menjadi lebih baik dari hal-hal yang mudah dikontrol. Yang mudah dikendalikan adalah sesuatu hal yang berasal dari diri sendiri. Oleh karena itu aku banyak belajar dan berusaha bertumbuh dan berkembang. Perubahan ini menurutku baik karena entah bagaimana caranya anak dan suamiku pun menjadi ikut lebih baik dari kacamataku.

Masih banyak yang perlu dibenahi satu demi satu. Apalagi sebentar lagi kami kedatangan anggota keluarga baru, si bayi, yang jarak usianya dengan anak pertama kami cukup jauh. Kemungkinan besar akan ada tantangan baru namun insyaAllah dengan bertambahnya kesolidan keluarga yang sudah ada sebelumnya tantangan ini justru malah menjadi pemantik tumbuh dan berkembangnya keluarga kami.

Tiga kata kunci yang saat ini sedang kami praktikkan dan semoga istiqomah menjalaninya adalah memperbanyak main bareng, ngobrol bareng dan aktivitas bareng. Bismillah keluarga kecilku lambat laun bisa tumbuh dan berkembang menjadi sebuah keluarga berkualitas A, seperti layaknya tim sepak bola kelas dunia yang memenangkan kejuaraan sepak bola karena kesolidan dan kerja sama timnya yang bagus.

Yuk, teman-teman kita bangun keluarga kita menjadi keluarga yang berkualitas A! Semangaaaaattt…

Salam,

-ameliasusilo-

One Comment

Silakan tinggalkan komentar anda disini..