Bunda Produktif

Ibu Kuliah Lagi di Institut Ibu Profesional

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.. Bismillahirrohmaanirrohiim.. Ibu, kuliah lagi yuuuuk!

Sejak tahun lalu hastag ibu kuliah lagi (#ibukuliahlagi) beredar di akun-akun media sosial. Aku yang sudah pernah merasakan sebagai ibu yang berkuliah lagi tentu saja ikutan semangat dan bahagia membaca dan melihat unggahan para ibu tentang kuliah lagi ini di media sosial. Khusus di komunitas Ibu Profesional sesungguhnya ibu kuliah lagi bukanlah sesuatu hal yang baru. Hampir semua member bisa dipastikan sudah pernah mengikuti perkuliahan yang diselenggarakan oleh salah satu komponen disini. Yuk.. yukk.. ibu-ibu Indonesia silakan baca ceritaku tentang kuliah lagi di tahun 2023 di Institut Ibu Profesional!

Ibu Kuliah Lagi di Komponen Institut

Semua setujukaaan kalau orang tua itu tidak akan pernah berhenti belajar selamanya?

Atau mungkin ini hanya aku saja ya yang hobi belajar karena selalu merasa ada yang kurang saat menjalani fungsiku sebagai seorang ibu/orang tua. Sebenarnya bukan hanya belajar sebagai orang tua sih, menurutku dalam hidup di dunia ini kita sebaiknya senantiasa belajarsupaya bisa beramal baik setiap saat. Namun, khusus tentang tema parenting ini, seandainya bisa kembali ke masa sebelum menikah ingin rasanya sudah mulai belajar tentang menjadi orang tua yang baik di masa-masa itu. Tujuannya supaya beban belajarnya menjadi tidak sebanyak seperti sekarang. Dan yang paling penting supaya tidak terlalu banyak melakukan kesalahan saat menjadi orang tua.

Taaaapikaaaan tidak ada yaa sekolah orang tua???

Untungnya ada komunitas Ibu Profesional. Komunitas tempat berkumpulnya para perempuan yang memiliki keinginan yang sama, yaitu menjadi seorang perempuan, baik sebagai individu, istri maupun ibu, yang lebih baik lagi. Salah satu komponen di Ibu Profesional yang memfasilitasi membernya untuk belajar adalah Institut Ibu Profesional. Disinilah para perempuan yang ingin meng-up grade dirinya berkumpul dan belajar bersama. Disini wadahnya bagi para perempuan, istri dan ibu yang ingin belajar lagi tentang ilmu-ilmu yang berbeda dari pendidikan formalnya. Tinggal pilih mau ilmu parenting, finansial, literasi, kesehatan, desain, komunikasi dan lain-lain. Yang penting belajar sesuai dengan ilmu yang memang sedang dibutuhkan saat itu.

Belajar di komponen Institut Ibu Profesional ini memiliki istilah keren, yaitu kuliah. Makanya ibu kuliah lagi diantara member Ibu Profesional sebenarnya bukan hal baru. Memang beda sistem dengan perkuliahan pendidikan formal tetapi belajar disini juga ada kurikulum, materi, tugas, belajar kelompok dan lain-lainnya sebagaimana belajar seperti di perkuliahan yang sebenarnya. Menarikkan?

Perkuliahan di Institut

Di komponen Institut Ibu Profesional ini terdapat jenjang perkuliahan yang dapat diikuti oleh member Ibu Profesional. Tidak semua bisa mengikuti perkuliahan ya. Hanya member yang telah menyelesaikan tahap awal masuk komunitas, yaitu Foundation, dan memilih bergabung di komponen Institut saja yang bisa mendaftar kelas di Institut.

Tahap mengenal diri dan keluarga

Setelah memilih menjadi bagian dari Institut, teman-teman yang baru bergabung dapat mengikuti kelas Matrikukasi sebagai langkah awal sebelum masuk ke tahapan perkuliahan yang ada disini. Di kelas ini member akan diajak untuk mengenal dirinya, mempersiapkan diri member untuk mengetahui kebutuhan dirinya dan kebutuhan keluarga. Member akan diajarkan untuk menyusun prioritas belajar yang memang dibutuhkan oleh dirinya sendiri. Masih banyak topik pengenalan dan pembelajaran lainnya yang nantinya membuat member baru mendapat aha momen dan membuat semangat untuk belajar di Institut. Jika member tersebut berhasil lulus kelas Matrikukasi, maka boleh mendaftarkan diri di kelas Bunda Sayang.

Di kelas Bunda Sayang, member akan belajar bagaimana mendidik dan mengasuh anak. Bukan berarti kelas ini hanya yang untuk sudah punya anak ya.. Bagi teman-teman yang masih belum menikah atau belum punya anak boleh ikut kelas ini. Nanti pada saat mengerjakan praktik dan menuliskan tugas tentu tidak bisa berdasarkan aktivitas terhadap anak sendiri, namun tetap boleh digantikan dengan keponakan atau suami atau keluarga lainnya. Selain mendidik dan mengasuh anak member yang mengikuti perkuliahan Bunda Sayang juga akan mendapat bonus materi lainnya yang bermanfaat untuk meningkatkan dirinya. Misalnya tentang manajemen emosi, bagaimana membuat proyek keluarga atau mengenai berkomunikasi. Sekali belajar dapat paket lengkap.

Salah satu ceritaku di kelas Bunda Sayang ada disini.

Jenjang menengah

Sebetulnya pembagian jenjang ini tidak ada di Institut. Aku membagi cerita tentang perkuliahan di komponen Institut menjadi subjudul berdasarkan pengalamanku pribadi selama berkuliah di komponen ini. Kelas Matrikulasi dan Bunda Sayang merupakan pijakan awal sebelum lanjut ke kelas-kelas berikutnya. Menurutku kita perlu mengetahui tentang diri kita sendiri dulu (kelas Matrikulasi) dan membereskan serta konsisten membersamai dan memprioritaskan keluarga (kelas Bunda Sayang) sebelum masuk di tahapan berikutnya yang pembelajarannya lebih untuk meningkatkan kapasitas diri dan produktivitas.

Selama dua tahun terakhir ditengah-tengah masa pandemi aku memilih untuk mengikuti dua periode kelas Bunda Cekatan. Kelas yang menurutku mengajari dan melatih jujur tentang kebutuhan diri. Sebuah kelas yang mendidik untuk mengetahui cara belajar yang sesuai supaya apa yang kita ingin pelajari tidak hanya sekedar tahu tapi bisa meningkat terus levelnya hingga menjadi ahli. program perkuliahan yang melatih membuat habit baru dan mencari solusi dari tantangan di kehidupan tetap dengan melibatkan keluarga di dalamnya. Sangat seru dan menarik!

Salah satu jurnal yang kutuliskan untuk kelas Bunda Cekatan adalah Jurnal Telur Oranye.

Setelah menyelesaikan perkuliahan di Bunda Cekatan, kini aku siap untuk meneruskan perkuliahan di kelas Bunda Produktif. Sesuai dengan namanya disini member akan belajar menjadi seorang yang produktif baik secara individu maupun bekerja sama dalam tim. Agar menjadi seorang yang produktif, maka topik yang perlu dijadikan alasan untuk produktif pun harus sesuai dengan sesuatu yang memang disukai oleh member. Sesuatu yang diketahui oleh member itu sendiri setelah menjalani tahapan perkuliahan sebelumnya. Berhubung saat ini aku baru dalam proses pendaftaran, aku masih belum dapat bercerita lebih banyak lagi. Tunggu ya, InsyaAllah jika semuanya lancar aku akan menuliskan jurnal perjalanan belajar di blog ini.

Menebar manfaat

Tahap akhir diperkuliahan komponen Institut adalah kelas Bunda Shaliha. Disini saatnya untuk menebar manfaat ke ranah yang lebih luas lagi. Tidak hanya untuk keluarga tetapi juga ke masyarakat yang lebih luas. Berdasarkan cerita teman-teman yang sudah melalui kelas ini atau membaca jurnal yang ada di dunia maya, di tahap perkuliahan ini member akan diajak untuk membuat tim yang dapat bersama-sama mencari solusi dari tantangan yang dimiliki oleh lingkungan sekitar. Bagaimana program ini secara detil aku masih belum paham. Namun, jika melihat beragam tim yang ada saat konferensi Ibu Pembaharu lalu, tampak kekerenan para member yang telah mengikuti program perkuliahan tersebut.

SIaPkuliahlagi

Jadi apakah aku sudah siap untuk mengikuti lagi perkuliahan di Institut?

Rencananya aku ingin berkuliah di kelas Bunda Produktif. Sebenarnya tahun lalu aku sudah bisa melanjutkan perkuliahan ke kelas ini. Namun, aku memilih menundanya dan mengulang kembali kelas Bunda Cekatan untuk memaksimalkan manfaat pembelajaran untukku. Pada saat kelas Bunda Cekatan yang pertama bertepatan dengan kasus pandemi yang meningkat. Sehingga mau tidak mau sesi belajar yang melibatkan teman pun terdampak. Setelah aku berhasil memahami manfaat kelas Bunda Cekatan secara utuh, aku merasa kembali siap untuk melanjutkan ke kelas berikutnya.

Pengurus komponen Institut pusat menyediakan beberapa tips di awal tahun 2023 ini bagi calon mahasiswa. Tujuannya agar para member bersiap dan menjadi siswa yang terdepan dan berhasil di perkuliahan yang dijalani. Kebetulan kelas Bunda Produktif menjadi kelas pertama yang dibuka dan saat aku menulis cerita ini pendaftarannya sudah memasuki hari terakhir. Yuk ah aku coba menjawab dan memahami tips yang diberikan oleh pengurus pusat Institut.

Strong why ibu kuliah lagi

Salah satu yang aku sukai di Ibu Profesional adalah tidak henti-hentinya diingatkan tentang strong why. Member diajak untuk menggali kebutuhan diri dan jujur setiap kali akan melakukan kegiatan belajar atau berkegiatan pada umumnya. Strong why ini nantinya jika memang ynag sebenar-benarnya akan dapat membuat mendongkrak semangat ketika di tengah perjalanan terjadi tantangan. Bila berdasarkan tips dari Institut, ada tiga pertanyaan yang perlu dijawab untuk mengidentifikasi strong why.

  • Kenapa aku perlu ambil perkuliahan ini? Aku perlu mengambil perkuliahan ini, saat ini, karena aku ingin memanfaatkan waktuku yang sebentar lagi akan mengambil cuti panjang untuk belajar tentang produktif, berkarya sesuai passion.
  • Tujuan utamaku ambil apa? Berkuliah di Ibu Profesional membuatku menyadari bahwa aku memiliki beberapa passion dalam hidupku. Di kelas Bunda Produktif ini tentu tidak bisa mengoptimalkan semua passion yang kumiliki dalam satu waktu. Aku berusaha memilih satu buah passion yang berhubungan dengan passion lainnya. Passion ini bermanfaat bukan hanya untuk pembelajaran di komunitas Ibu Profesional, namun juga untuk peran lain yang sedang kujalani.
  • Bagaimana nanti kedepannya? Aku ingin memahami dan mengambil insight sebanyak-banyaknya di kelas Bunda Produktif. Berperan aktif disana karena menerima ilmu saja tanpa berkontribusi aktif biasanya dapatnya tidak akan sebanyak jika bisa melakukan keduanya. Yang jelas ambil porsi sesuai kemampuan.

Support system ibu kuliah lagi

Sejauh ini dari regional Efrimenia baru tiga orang yang terdaftar kelas Bunda Produktif. Walau satu regional belum tentu kami akan duduk bersebelahan selama perkuliahan. Jika kami memilih passion yang sama, tentu bisa. Jika tidak memilih bidang yang sama, kemungkinan kami akan berpisah di perkuliahan nanti. Walaupun kami bertiga mungkin akan saling mengingatkan untuk pengumpulan jurnal seperti di kelas Bunda Cekatan lalu.

Support system terdekat nanti kemungkinan adalah teman-teman yang satu passion. Jadi penasaran siapa saja yang memilih passion yang sama denganku.

Karena bersama lebih asyik daripada sendirian!

~ dikutip dari unggahan tim medkom Institut Ibu Profesional

Skala prioritas

Nah, ini tips yang menurutku paling penting. Susun skala prioritas dan menulis check list harian serta memperbarui agenda setiap pekan akan sangat membantuku saat menjalani perkuliahan nanti. Bismillah semoga aku dapat melakukan habit baik ini untuk menunjang hari-hari perkuliahan di kelas Bunda Produktif – Institut Ibu Profesional.

Jadi, apakah sudah siap berkuliah?

InsyaAllah siap.. Semoga Allah memberi kemudahan, memahamkan ilmu dan memberiku kemampuan untuk mengatur waktu.

Salam,

-ameliasusilo-

One Comment

Silakan tinggalkan komentar anda disini..