Hidup di Jerman

Hidangan Buka Puasa di beberapa Masjid Hannover Ramadan 1440 H/2019

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Bismillahirrohmaanirrohiim..

Cerita tentang pengalamanku berbuka puasa di beberapa Masjid di Hannover ini sudah mengendap lama di draft. Berhubung bulan Ramadan tahun 2020 ini tinggal hari ini dan besok, hari ini aku mau cerita tentang hidangan berbuka yang aku cicipi tahun lalu. Lusa aku akan bercerita tentang tantangan yang aku kerjakan dalam menyiapkan hidangan berbuka selama Ramadan ini, insyaAllah.

Biasanya yang berbuka puasa di masjid-masjid Hannover itu suamiku. Beliau punya agenda sendiri di hari-hari tertentu untuk berbuka puasa di luar rumah. Tentunya beliau tidak pergi sendirian. Sebelum pergi biasanya sudah bikin janji terlebih dahulu dengan bujang-bujang Hannover.

Aku tidak keberatan karena beliau tidak pergi setiap hari. Lagipula dengan cara begini beliau bisa beribadah di Masjid, tempat ibadah yang lebih utama untuk para lelaki. Selain itu hal ini bisa jadi me time yang lebih positif daripada main game kan ya? heehehehe..

Nah, aku selalu ngiler kalau mendengar cerita hidangan yang disajikan. Setelah bertahun-tahun penasaran, tahun lalu adalah waktu yang tepat untuk memulai petualangan mencari hidangan berbuka di Masjid bagi muslimah. Jam berbuka puasanya sudah lebih bersahabat. Akhirnya dengan ijin suami aku pun mencicipi hidangan di beberapa Masjid di Hannover.

Hidangan utama.
Camilan dan segelas teh hangat.
Menu lainnya sebagai hidangan utama berbuka puasa.

Hidangan yang disediakan di masjid-masjid ini masyaAllah berlimpah. Para pengunjung boleh menambah porsi makan jika masih tersedia. Bahkan pernah pada suatu hari karena aku menjadi salah satu pengunjung yang terakhir pulang, aku dibekali satu ember berukuran sedang sup berwarna putih di foto pertama dan ketiga di atas.

Oh iya, ada satu hari dimana aku ikut acara undangan buka puasa di salah satu Masjid bersama dengan teman-teman di sekolah bahasa. Menurut temanku, Masjid ini setiap tahunnya selalu melakukan open house baik untuk umat muslim maupun non muslim lainnya. Pengurus Masjid mengundang resmi dan juga memberikan pemberitahuan untuk acara ini. Pantas saja banyak wajah-wajah eropa yang ikut hadir pada acara ini.

Masjid Weidendam pada acara buka puasa tahun 2019 lalu.
Hidangan di atas meja yang sudah disediakan.
Untuk mengambil makanannya kamu mengantri di antrian khusus perempuan. Masing-masing akan mendapatkan nampan tempat makanan. Petugas akan mengambilkan makanan untuk kami.
Inilah makanan yang kami dapatkan. Guten Appetit!
Tidak lupa untuk makan Baklava.

Aku dan suami pun akhirnya melakukan berbuka puasa di luar ini bergantian. Kadang karena aku kepingin makan makanan Masjid, D aku ajak ke Masjid karena ayahnya sudah keburu ada janji dengan adik-adik mahasiswa.

Ada kalanya pula kami pergi berbuka bersama-sama. Di Masjid anakku ikut ayahnya. Eh tapi ada juga dimana dia ingin ikut bundanya. Ada misi tersembunyi juga disini. Dengan cara ini kami mengenalkan anakku berbuka puasa di Masjid, mengenalkan kegiatan Ramadan di luar rumah, mengenalkan Masjid dan kegiatan berjamaah di dalamnya. Alhamdulillah anaknya happy dan tidak mengantuk. Malah senang diajak naik sepeda malam-malam hihihi..

Ikutan makan di Masjid bersama bunda.
Hidangan pembuka di Masjid Pakistan tahun 2019 lalu.
Menu buka puasa.

Semua hidangannya ini enaaaakkk.. Menurutku yang paling bikin nagih itu makanan di Masjid Pakistan. Duh rasanya ingin bawa pulang pakora dan kari ayamnya hehehe.. Untungnya rejeki waktu itu yang datang ke Masjid sedikit jadinya aku bisa nambah hehehe…

Namun menurut Tuan Besar dan juga menurut adik-adik Studenten makanan yang paling enak dari Masjid-Masjid yang mereka kunjungi adalah Masjid Albania di kota. Udahlah enak porsinya juga banyak hihihi… Sayangnya Masjid ini hanya buka untuk jamaah laki-laki saja. Oh iya tidak semua Masjid membuka lokasi buka puasa untuk jamaah perempuan. Untungnya Masjid-Masjid yang dekat rumah menyediakan buka puasa untuk perempuan. Sehingga akupun tidak terlalu jauh menempuh jarak bersepeda.

Tadinya tahun ini ingin sekali mengulangi pengalaman ini. Apalagi anakku sudah lebih besar. Tentunya akan menjadi pengalaman yang menyenangkan untuk kami orang tuangya dan si bocah.

Semoga yang membaca tidak ngiler kepingin makan ya hihihi.. Yuuk semangaaat tinggal sedikit lagi bulan Ramadan berakhir!

-ameliasusilo-

Sumber featured image: Watercolor vector created by freepik – www.freepik.com

Silakan tinggalkan komentar anda disini..