Jerman

Day Trip to Stade

Assalamualaikum waromatullahi wabarokatuh..

Bismillahirrohmaanirrohiim..

Awal tahun 2019 lalu aku masih memiliki kartu mahasiswa yang juga berfungsi sebagai kartu transportasi umum. Mendekati masa berakhirnya kartu tersebut, aku mengajak anakku untuk pergi mengunjungi kota kecil di dekat kota Hamburg, yang bernama Stade. Suamiku tidak ikut karena bekerja.

Anakku semangat bangun pagi dan berangkat bertualang pagi-pagi.

Perjalanan dari Hannover menuju Stade ditempuh dalam waktu 3 jam 16 menit. Karena durasi perjalanan menuju kota tersebut cukup lama, kami pun mengambil kereta pagi. Kereta yang kami tumpangi adalah kereta regional. Perjalanan menuju Stade dari Hannover tidak bisa langsung dengan kereta yang sama. Dari Hannover kami naik Metronom arah Hamburg kemudian turun di stasiun Hamburg Harburg. Disini kami menunggu sekitar setengah jam lalu naik kereta Star, yang tujuan akhirnya Cuxhaven, menuju Stade.

Salah satu perbekalan anak untuk perjalanan jauh di kereta.
Rute perjalanan kereta yang kami tumpangi.

Oh iya, meskipun beda nama keretanya ternyata Metronom dan Star ini memiliki jenis dan warna kereta yang sama. Anakku sempat bingung, dia pikir kereta yang kami naiki menuju Stade adalah kereta yang sama dengan kereta dari Hannover.

Daytrip ke Stade ini bukan untuk pertama kali bagi kami berdua. Beberapa tahun yang lalu kami sudah pernah mengunjungi kota ini bersama temanku, Rara. Waktu itu anakku masih kecil, bukan bayi lagi sih tetapi masih kecil. Apa yang menyebabkan aku ingin kembali lagi berkunjung kesini? Suasana duduk-duduk di tepi kanal, suasana pelabuhan kecilnya dan suasana kotanya yang tidak terlalu ramai membuatku ingin mengunjunginya lagi.

Tiba di stasiun Stade

Berdasarkan informasi yang kuperoleh dari Wikipedia, nama resmi kota ini adalaha Hansestadt Stade. Kota ini terletak di negara bagian Niedersachsen di bagian utara Jerman. Ahaa ternyata meskipun lokasi kota ini dekat dengan Hamburg tetapi tidak termasuk wilayah teritori negara bagian Hamburg. Aku baru tahu informasi ini.

Peta kota Stade dipinggir jalan memberikan informasi untuk turis yang datang.

Stade ini tidak terlalu besar kotanya. Bila mau, pengunjung yang datang ke kota ini bisa menggunakan bis untuk ke pusat kotanya atau ke pelabuhan tua. Kami berdua tidak menaiki bis. Kami berjalan kaki dari stasiun ke pusat kota dan pelabuhan. Jaraknya masih walkable dan anakku pun sudah besar.

Dari stasiun menuju pusat kota kami hanya perlu menyusuri jalan dan melihat papan petunjuk yang disediakan oleh pemrintah kota. Tidak sulit kok. Jalannya juga child friendly karena hanya pejalan kaki yang dapat berjalan di jalanan yang ditunjukkan di papan tersebut. Oh iya kontur jalanannya tidak datar rata tetapi juga tidak menanjak seperti bukit.

Di kanan kiri jalanan berjejer toko-toko seperti halnya suasana di pusat kota lainnya. Waktu kami berkunjung kesana itu cuacanya sedang bagus. Matahari bersinar, langit cerah meskipun masih berangin. Khas cuaca di awal musim semi.

Setelah menyusuri jalan lurus yang cukup ramai, kami pun sampai di ruang terbuka yang luas masih dikelilingi toko-toko. Disini anakku bisa lari-lari, bermain dengan burung dan duduk-duduk sambil melihat orang yang berlalu lalang.

Jalanan di pusat kota.
Pusat kota Stade.
Pusat kota Stade.
Pertokoan di Stade.

Dari sini kami melanjutkan lagi jalan kaki menuju pelabuhan tua yang menjadi trademark kota Stade. Dari pusat kota menuju pelabuhan sebenarnya agak jauh sih dibandingkan dari stasiun menuju pusat kota. Tapi kontur jalannya yang naik turun bisa mengaburkan kejauhan ini. Khususnya untukku yang membawa anak kecil dan mengajaknya jalan kaki. Sebab anak bisa sambil lari-lari di jalanan yang menurun, kondisi yang tidak biasa kami temui di Hannover.

Sama seperti sebelumnya, kami menyusuri jalan sesuai papan petunjuk. Jalannya tidak belok-belok serta menyulitkan sehingga tidak perlu khawatir tersesat. Di kanan-kiri jalanan masih berjejer toko-toko yang menjual beraneka ragam barang.

Kontur jalanan naik turun.

Setelah menyusuri jalan lalu kami tiba di jalanan yang menurun. Tinggal jalan sedikit lalu muncul pelabuhan tua yang menjadi tujuan utama kami.

Pelabuhan tua Stade dikelilingi restoran di kanan-kirinya.

Di kanan-kiri terdapat berbagai restoran yang menyediakan kursi-kursi untuk duduk di luar. Suasananya belum berubah seperti terakhir kali kami kesini. Bahkan perahu yang terpakir di pelabuhan tua ini pun masih sama. Kami berdua kemudian foto-foto disitu. Setelah itu kami berjalan menyusuri tepi pelabuhan.

Stade.
Terdapat patung-patung di tepi pelabuhan tua.

Kami terus berjalan sampai akhirnya sampai di pinggir jalan besar. Diseberang jalan tampak bangunan-bangunan baru yang bangunannya tentu saja kontra dengan bangunan-bangunan yang kami lewati sebelumnya.

Kami menyusuri sisi lain dari kanal dalam perjalan pulang menuju stasiun.

Setelah puas kami pun menyusuri jalan kembali menuju arah stasiun. Kami tidak terlalu lama berada di Stade karena setelah ini kami berencana pergi ke kota berikutnya, Cuxhaven. Senang rasanya bisa berjalan-jalan di kota ini meskipun hanya sebentar.

Semoga gambar-gambar yang ada disini bisa menjadi bayangan dari cerita perjalanan kami di sana ya. Aku juga sudah mengunggah video perjalanan kami di youtube channel michdichuns. Teman-teman dapat menyaksikannya pada tautan dibawah ini.

Selamat menyaksikan video kami saat berjalan-jalan di Stade!

Semoga cerita kami ini bisa memberikan manfaat dan hiburan dikala kita semua tidak dapat berlibur ke luar kota di tengah suasana pandemi. Aamiiin..

-ameliasusilo-

Referensi:

Wikipedia. 2019. Stade.

0 Comments

Silakan tinggalkan komentar anda disini..