Catatan,  Kampung Komunitas

Challenge 10 Hari Ramadan Bercerita

Assalamualaikum..

Bismillahirrohmaanirrohiim..

Kembali menantang diri untuk menulis di blog. Dengan ikut tantangan yang diadakan oleh Program Ramadhan di Kampung Komunitas aku berharap dapat mulai meramaikan tulisan di blog ini kembali.

Tema hari pertama ini adalah Who we are?

Saat menulis ini, tanggal 1 Mei 2020 aku adalah seorang perempuan, istri dan ibu. Masih rajin mencari ilmu membersamai dan mendidik anak, masih terus belajar Islam, masih berusaha suka masuk dapur demi kesejahteraan bersama di rumah, masih kepingin praktik jadi dokter ketemu pasien dan alhamdulillah masih berbinar matanya ketika melihat kesempatan untuk mengolah data.

Hari ini sedang menikmati #wirbleibenzuhause atau #diamdirumah atau #stayathome. Sudah hampir 8 eh 9 minggu malah 24/7 bersama anak di rumah dan 6-7 minggu bersama suami. Kok angkanya aneh? Yes.. 1 minggu sebelum TK di Jerman ditutup oleh pemerintah, anakku sudah tidak masuk sekolah. Sedangkan suami baru ada kebijakan #WFH setelah Ausgangsbeschränkung yang diberlakukan di Jerman diperketat, yaitu satu minggu setelah TK ditutup.

Lalu, happy? Sejauh ini baik-baik aja sih.. Pas minggu ke-5 atau 6 sempat ada perasaan capek, badan mulai kasih sinyal untuk slowing down. Setelah badan diturutin, perasaan alhamdulillah langsung bahagia. Di saat seperti ini selain fisik yang kuat, psikis kita juga harus dijaga tetap positif.

Alhamdulillah setiap hari ada saja pengajian online yang bisa diikuti. Bisa mendapatkan berbagai ceramah dari ustadz dan ustadzah itu sebuah nikmat yang tak ternilai. Apalagi karena kegiatannya cuma di rumah jadinya memungkinkan sekali untuk mengikuti ceramah-ceramah ini.

Aku rindu tetangga. Belum pernah kami tidak ketemuan selama ini looh.. Biasanya maksimal dua minggu ketemu. Meskipun bisa temu online ya.. tapi rasanya tetap berbeda.

Aku rindu pengajian. Untungnya satu minggu sebelum social distancing diberlakukan di Jerman, pengajian muslimah Hannover mengadakan pengajian bulanan. Kalau dipikir sekarang, itu rencananya Allah yang indah. Pengajian muslimah biasanya diadakan di minggu ke-3. Bulan Maret lalu dimajukan sebab ada salah satu muslimah Hannover yang balik abis ke Indonesia. Setelah itu masih sempat satu kali ketemu tetangga karena mengantar muslimah tadi ke stasiun.

Baiklah ceritanya mulai melebar. Intinya saat ini aku sama seperti ibu-ibu dimanapun berada. Sebagai pejuang yang berusaha melewati masa pandemi ini. Alhamdulillah sekarang juga menjalani puasa sehingga hari-hari dapat diisi dengan beribadah.

Semoga ceritanya dapat bermanfaat bagi teman-teman pembaca dimana pun berada ya..

~Amelia Susilo~