• Kegiatan Komunitas,  kesehatan

    Anak Indonesia di Jerman di Masa Pandemi

    Mbak Tami yang menjadi penanggung jawab untuk tantangan menulis tiap pekan di KLIP Writing Challenge menantang peserta di kelas literasi untuk menuliskan tentang usaha seorang ibu dalam membersamai anaknya di masa pandemi ini. Membersamai anak, menjaga anak-anak Indonesia agar tetap sehat, melindungi anak-anak generasi Indonesia tetap sehat. Lalu, apa yang kulakukan untuk menjaga anakku di Jerman?

  • kegiatan ibu-ibu,  kesehatan

    Mencari Dokter Anak di Jerman

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh… Bismillahirrohmaanirrohiim… Aku bisa mengatakan bahwa pengalamanku mencari dokter anak di kota Hannover itu tidak rumit. Kebetulan sebelum aku memiliki anak sendiri, aku beberapa kali menemani ibu-ibu disini saat berkunjung ke dokter anak. Tugasku waktu itu menemani dan atau membantu menerjemahkan apa yang dikatakan oleh dokter. Dari pengalaman bersama ibu-ibu ini aku jadi tahu apa yang dipertimbangkan dan mampu memutuskan kriteria apa yang cocok. Sesungguhnya jumlah dokter anak yang membuka praktek disekitar lingkungan tempat tinggal kami waktu itu pun tidak banyak jumlahnya. Nah, disini tidak bisa memilih dokter yang lokasinya jauh. Jadi kami memilih yang diseputaran tempat tinggal kami saja. Informasi satu lagi yang paling penting adalah periksa…

  • Hidup di Jerman,  kesehatan

    Masker Gratis dari Pemerintah Jerman

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh… Bismillahirrohmaanirrohiim… Angka kasus baru penyakit COVID-19 di Jerman saat ini sedang turun. Di negara bagian Niedersachsen saja hari ini angka insiden 7 harinya menunjukkan angka 22. Hampir setiap hari laporan harian menunjukkan tendensi penurunan. Semoga terus turun sampai 0 ya. Dan hal ini bertahan terus meskipun nanti musim mulai berganti. Berkaitan dengan penurunan kasus baru ini, maka peraturan tentang protokol kesehatan pun mulai melonggar. Jadi saat ini pemerintah sudah mempublikasikan beberapa skenarion berdasarkan angka kasus baru tadi. Contohnya jika angka yang dimaksud menunjukkan angka dibawah 35 selama lima hari kerja berturut-turut, maka tidak perlu pagi melakukan tes sebelum masuk ke pertokoan. Bahkan boleh lagi tidak menggunakan masker.…

  • Kegiatan Anak,  kesehatan

    Kilas Balik Periksa Gigi Anak Pertama Kali di Jerman

    Assalamualaikum warohamtullahi wabarokatuh.. Bismillahirrohmaanirrohiim.. Menurut informasi yang aku peroleh di halaman web perusahaan asuransi kesehatan yang keluarga kami gunakan di Jerman ini, pemeriksaan gigi untuk anak yang bertujuan untuk pemeriksaan rutin pencegahan penyakit dan menjaga kesehatan mulut sudah dapat dilakukan sejak anak berusia enam bulan. Bahkan pemeriksaan rutin ini berhak diperoleh oleh anak sampai berusia 18 tahun. Dalam rentang usia 6 bulan sampai 18 tahun ini akan ada pembagian pemeriksaan-pemeriksaan sesuai dengan kelompok usia anak. Contoh pembagian pertama adalah untuk anak usia 6 bulan sampai 33 bulan. Pada rentang usia ini, masih ada pembagian rentang usia lagi menjadi tiga kelompok usia, dimana anak di tiap kelompok usia tersebut berhak untuk…

  • Hidup di Jerman,  kesehatan

    Pengalaman Tes COVID-19 Perdana di Jerman

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh… Bismillahirrohmaanirrohiim… Sejak Maret 2021 lalu pemerintah Jerman secara resmi mengijinkan dilakukan pemeriksaan COVID-19 secara mandiri. Jadi jika di beberapa negara lain pemeriksaan mandiri ini sudah dilakukan sejak jauh hari, tidak begitu dengan negara Jerman. Pemerintahnya mengkaji terlebih dahulu dengan seksama sebelum akhirnya melegalkan kegiatan pemeriksaan tersebut. Bukan hanya itu, alat-alat apa saja yang diijinkan digunakan di Jerman pun ada daftarnya yang dikeluarkan oleh Bundesinstitut für Arzneimittel und Medizinprodukte (BfArM) atau bahasa Inggrisnya adalan Federal Institute for Drugs and Medical Devices. Menurut artikel dari website DW, pemeriksaan mandiri ini bertujuan untuk deteksi dini yang dapat memutuskan rantai penularan penyakit. Dengan diperbolehkannya tes mandiri ini warga boleh memilih dua…

  • kesehatan

    Jurnal Proyek Rawat Diri: Relasi

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.. Bismillahirrohmaanirrohiim.. Sejak pandemi dan bekerja di ranah publik sepertinya relasi dengan mayoritas manusia lainnya banyak kulakukan melalui aktivitas daring. Pertemuan luring sesama manusia hanya terbatas di dalam keluarga, kantor, antar jemput anak ke TK atau saat playdate. Dua pertemuan yang terakhir pun bisa dihitung dengan jari. Kata relasi yang digunakan sebagai judul tantangan membuatku ingin mengetahui apa sebenarnya definisi dari relasi itu sendiri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, relasi memiliki tiga buah definisi. Yang pertama adalah hubungan atau pertalian. Kedua adalah kenalan. Yang terakhir adalah pelanggan. Berkaitan dengan tantangan, menurutku definisi yang pertama adalah yang yang paling cocok konteksnya. Sebagai makhluk sosial, tentu kita membutuhkan relasi dengan…

  • kesehatan

    Jurnal Proyek Rawat Diri: My Expectation vs My Reality

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.. Bismillahirrohmaanirrohiim.. Topik harapan dan kenyataan adalah tema menarik untuk dibicarakan khususnya ketika aku ngobrol bersama ibu-ibu. Inginnya begini tetapi kenyataannya begitu. Inginnya kesana tetapi kenyataannya ya masih disini-sini saja. Ada yang stres karena tidak dapat menggapai harapannya. Ada juga yang santai karena menganggap rejekinya belum sampai di titik mencapai harapannya. Aku termasuk kelompok satu, yaitu golongan orang-orang yang stres jika harapannya tidak tercapai. Sejak kecil aku terbiasa untuk memperoleh apa yang aku inginkan dan harapkan. Baik itu melalui usahaku sendiri maupun dengan bantuan kedua orang tuaku. Tidak semuanya sih. Sebab jika sesuatu yang kuinginkan mahal harganya, orang tuaku juga tidak akan mengijinkan. Lain halnya jika sesuatu yang…

  • kesehatan

    Jurnal Proyek Rawat Diri: Menyadari dan Menemukan Sesuatu yang Membuat Tidak Nyaman

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.. Bismillahirrohmaanirrohiim.. Akhir-akhir ini alarm tubuh sudah memperingatkan untuk slowing down. Tepatnya sejak bulan Februari lalu, sejak proyek keluarga dimulai, banyak hal-hal yang biasanya paralel kulakukan menjadi tidak bisa kulakukan. Energiku jadi cepat habis. Tubuhku juga mulai mengeluh dengan munculnya keluhan di beberapa lokasi. Bukan hanya kondisi fisik saja yang memberi alarm, kondisi mental pun ikut memunculkan lampu kuning. Aku harus berhati-hati beberapa pekan terakhir. Sinyal yang paling terasa adalah energi dan sensitivitas. Ketika energiku sudah mendekati batas minimal, aku harus berusaha agar emosiku tetap terjaga. Menjaganya agar tetap di batas yang baik tentu bukan hal yang mudah. Emosi yang terkontrol menyebabkan aku bisa sadar dan tingkat sensitivitasku…

  • kesehatan

    Jurnal Proyek Rawat Diri: Berbenah Jiwapun Lega

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.. Bismillahirrohmaanirrohiim.. Akhirnya aku bisa menuliskan kembali jurnal Proyek Rawat Diri yang diadakan oleh mbak Fardha melalui Facebook Fanspage Ibu Pembelajar. Sebelumnya aku ingin meminta maaf dahulu kepada mbak Fardha karena jurnal ini harusnya disetorkan di pekan rawat diri di bulan Februari lalu. Apa daya sejak bulan Februari lalu aku sedang berjibaku dengan proyek besar keluarga yang cukup menyedot energi dan waktu. Meskipun proyek keluarga ini masih berlangsung sampai dengan saat ini, aku justru merasa harus “memaksa diriku untuk melakukan observasi diri. Tema yang diangkat di bulan Februari lalu sangat berkaitan dengan situasi yang kualami saat ini. Pengamatan terhadap diri sendiri ini perlu kulakukan supaya aku lebih peka…

  • Hidup di Jerman,  kesehatan

    Periksa Gigi Anak Perdana di Tahun 2021

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.. Bismillahirrohmaanirrohiim.. Sejak pemeriksaan gigi anak untuk pertama kalinya beberapa tahun yang lalu, aku selalu rutin mengantarkan anakku pergi ke dokter gigi setiap empat – enam bulan sekali. Jadwal untuk periksa gigi sudah langsung dibuat setiap anakku selesai pemeriksaan gigi. Apakah pemeriksaan rutin ini karena anakku ada masalah di giginya? Alhamdulillah tidak.. Sejauh ini kesehatan gigi dan mulutnya dalam kondisi prima. Sejak temuan ada karies di giginya saat pemeriksaan perdana beberapa tahun lalu, aku selalu berusaha untuk mematuhi jadwal rutin yang telah diberikan oleh praktek dokter gigi anakku. Lebih baik melakukan pencegahan daripada pengobatan kan? Kapan-kapan aku akan bercerita mengenai pengalaman perdana pemeriksaan gigi dan tentang sistem pemeriksaan…