Bunda Sayang,  Ibu Profesional

Bunsay #9: Aliran Rasa

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh..

Bismillahirrohmaanirrohiim..

Saatnya mengalirkan rasa untuk level 9 di kelas Bunda Sayang batch 5.

Materi beserta insight yang kuperoleh di level 9 sudah kutuliskan pada cerita: Bunsay #9 Think Creative.

Tantangan level 9

Karena level ini erat kaitannya dengan berpikir kreatif sesungguhnya aku mengumpulan aliran rasa di level ini dengan menggunakan video. Jadi untuk pertama kalinya aku membuat aliran rasa dengan sesuatu hal yang baru yang sebelumnya belum pernah kulakukan sebelumnya. Bagi teman-teman yang mengikuti dengan akun Instagramku dapat melihat video aliran rasa tersebut melalui fitur IGTV.

Pada saat aku mengerjakan tantangan game level 9, aku tidak merancang kegiatan-kegiatan tertentu seperti halnya level-level sebelumnya. Aku membiarkan diriku untuk mengobservasi apa yang dilakukan anakku. Oh ya sebetulnya aku sudah menjalani level 9 ini sekitar satu tahun lalu, sekitar bulan Desember 2019. Karena saat itu musim liburan, anakku tidak pergi ke TK. Hal ini jadi mempermudah diriku untuk melakukan observasi selama seharian.

Jadi setiap hari aku membiarkan anakku memutuskan apa yang ingin dilakukannya. Dari mulai pagi hari sampai malam aku relatif membebaskan anakku untuk menetukan ingin melakukan apa. Kecuali ada beberapa hari yang kami melakukan kegiatan proyek keluarga.

Kegiatan yang dilakukan

Di bulan Desember lalu itu anakku membuka kado yang merupakan mainan impiannya, kereta api. Dari permainan kereta api itu saja sudah ada beberapa hal yang aku temukan. Contohnya ia memiliki ide untuk membuat jalur kereta yang berbeda dengan yang ada di buku petunjuk. Kemudian ia juga memiliki ide untuk menambahkan stasiun dengan mainan legonya.

Kegiatan berikutnya yang menarik untukku adalah ketika anakku mengusulkan untuk membuat camilan Cakepops. Idenya ia dapatkan saat melihat tayangan di youtube. Jadi ia yang memberikan aba-aba apa saja yang harus disiapkan dan dilakukan. Aku juga mencari resep menarik untuk mendukung proses baking kami. Anakku benar-benar menikmati proses tersebut dan akupun senang sekali memfasilitasi keinginannya menikmati membuat cakepops.

Selain kedua kegiatan tersebut tentunya masih ada lagi beberapa kegiatan lainnya yang menarik saat aku melakukan observasi dan membersamainya.

Aliran rasa

Menahan diri untuk tidak merancang sesuatu itu ternyata sulit hihihi.. Menahan diri untuk tidak mengintervensi ide anak juga tidak mudah huehehehe.. Tapiiii melakukan observasi atas apa yang anakku lakukan, membiarkan dia mengeksplorasi idenya dan memfasilitasi anakku mewujudkan ide-idenya ternyata menyenangkan sekali.

Beberapa kali aku dibuat takjub dan bangga atas aktivitas yang ia lakukan. Daya imajinasinya menurutku hebat dan luar biasa. Saat seperti ini aku jadi lebih memahami lagi materi yang diberikan di kelas Bunda Sayang tentang anakku adalah bintang.

Materi tentang semua anak adalah bintang dapat dibaca pada tulisanku yang berjudul: Bunsay #6.

Aku jadi lebih berhati-hati lagi dalam menentukan sikap dan menanggapi ide-ide yang diungkapkan anakku. Jadinya tidak alngsung spontan bilang “tidak atau jangan”. Sebetulnya bukan hanya ide tetapi juga aktivitas-aktivitas yang tiba-tiba ia lakukan sendiri baik itu bersama dengan mainan-mainannya maupun ketika ia melakukan berbagai aktivitas lainnya. Selama aktivitas yang dilakukan dari buah pikirnya tidak membahayakan, tidak merugikan orang lain dan tidak bertentangan dengan agama dan peraturan, tentu saja tidak apa-apa ia lakukan.

Dampingi, bersamai, ajak komunikasi dan diskusi bila ada sesuatu yang tidak pas. Tidak serta merta dilarang tanpa ada penjelasan apapun.

Semoga cerita pengalamanku ini dapat bermanfaat bagi teman-teman pembaca semua.

Salam,

-ameliasusilo-