Bunda Sayang,  Ibu Profesional

Bunsay #4: Gaya Belajar Anak

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh..

Bismillahirrohmaanirrohiim..

Ketika mendapatkan materi di level 4 kelas Bunda Sayang lalu, aku menyambutnya dengan antusias. Seperti judul yang tertera, materi ini mengupas tentang gaya belajar anak. Menurutku sebagai seorang ibu, mengetahui gaya belajar ini penting sekali. Anak belajar dari sejak ia lahir ke dunia. Sehingga ketika mengetahui gaya belajarnya maka akan memudahkanku ketika membersamainya mempelajari hal-hal baru.

Rasa antusias yang kurasakan ini diantaranya juga karena aku dapat menganalisa gaya belajarku sendiri. Aku adalah emak-emak yang suka belajar, baik itu tentang hal baru maupun untuk penyegaran ilmu yang sudah kumiliki. Dengan menganalisa gaya belajar dominanku, maka aku dapat memaksimalkan proses belajar yang sedang kujalani. Selain itu, menurutku lagi ada baiknya bila ibu menganalisa dan mengetahui gaya belajarnya sendiri sebelum menganalisa gaya belajar suami dan anak.

Kenapa perlu mengetahui gaya belajar diri sendiri dan suami juga?

Berdasarkan pengalamanku, cara belajarku akan mempengaruhiku ketika mengajarkan sesuatu ke anak dan suami atau melakukan sesuatu untuk anak dan suami. Jadi, ketika mengajari atau memberitahukan sesuatu tapi yang diajari dan diberi tahu tidak paham, maka sebaiknya kita evaluasi lagi cara kira berkomunikasi dan gaya belajarnya.

Tips yang kudapat dari materi level 4 ini terkait paragraf diatas adalah: “Apabila anak tidak bisa belajar dengan cara kita mengajar, maka kita sebagi orang tua yang menyesuaikan cara pengajaran dengan cara atau gaya belajar anak.

Kalau ingat-ingat masa lalu dari TK sampai perguruan tinggi, saya merasa ketakutan untuk bertanya. Ketakutan ini karena takut dianggap lemot dan takut karena dianggap mengganggu teman-teman. Akibat ketakutan dan terbiasa diam saja, kebiasaan ini akhirnya mengakar kuat.

Alhamdulillah aku diberi kesempatan oleh Allah untuk menjadi mahasiswa di Jerman. Kebiasaan diam ini ternyata merugikan. Aku jadi dianggap pasif dan tidak aktif. Ketika aku sudah mulai terbawa ritme bertanya dari dosen dan teman-teman, terbiasa ikut berlomba menjawab pertanyaan kehadiranku di kelas mulai dianggap dan para dosen jadi lebih menghargaiku. Tidak jarang mereka bersedia untuk mengulangi penjelasan dengan bahasa yang lebih kupahami dan memberikan contoh-contoh lain sehingga aku bisa lebih mengerti. Disini aku belajar, bahwa para dosen ini merubah cara mengajarnya sehingga mahasiswa menjadi paham. Oh iya ini jangan dianggap mengeneralisir ya, ini murni berdasarkan pengalamanku menjadi mahasiswa beberapa tahun lalu.

Selain itu ada lagi pengalaman pribadi yang sangat berbekas untukku. Aku sepertinya sudah pernah menceritakan di postingan yang lainnya. Profesor yang membimbing praktikum dan tesis saat program master lalu, menjelaskan sesuatu sesuai dengan gaya belajarku. Beliau seorang psikolog tentunya mengetahui tema ini dengan baik. Pada suatu hari beliau menjelaskan sesuatu kepadaku tetapi aku tidak memahami. Kemudian aku menjelaskan sesuatu kepada beliau melalui gambar-gambar yang aku buat. Pada saat aku menjelaskan dengan gambar-gambar itu beliau langsung berkata, “Sie malen! (anda menggambar!)”. Sejak saat itu beliau selalu menjelaskan dengan print out tulisan dan dengan gambar-gambar. Ketika diskusi selalu dengan coret-coretan di kertas. Keren ya beliau? Alhamdulilah.. MasyaAllah..

Tips berikutnya yang aku dapatkan di materi ini adalah “Setiap anak pasti bisa belajar dengan baik, namun setiap anak memiliki caranya sendiri yang berbeda.”

Kelas BunSay Materi #4 Gaya Belajar Anak

Ada 3 buah gaya belajar yang dipengaruhi oleh modalitas belajar individu. Modalitas adalah bagaimana cara informasi yang diterima seseorang masuk ke dalam otaknya melalui indra yang dimiliki. Modalitas belajar ini ada tiga, yaitu visual, auditory dan kinestetik.

Visual. Berkaitan dengan citra visual, warna, gambar, catatan, tabel, diagram, grafik, mind map, tulisan dan hal lainnya yang sejenis.

Auditory. Berkaitan dengan bunyi, suara, musik, nada, cerita, dialog, lagu, syair dan hal lainnya yang sejenis.

Kinestetik. Berkaitan dengan sesuatu yang bergerak, aktivitas tubuh, koordinasi, emosi dan hal lainnya yang terkait.

Dari ketiga hal tersebut maka gaya belajar pun ada tiga: gaya belajar visual, gaya belajar auditori dan gaya belajar kinestetik.

Kelas BunSay Materi #4 Gaya Belajar Anak

Ada berbagai ciri dan juga strategi yang dapat kita temukan dari berbagai sumber. Teman-teman pembaca dapat mencari ciri dan strategi ini disana.

Setelah mendapat materi ini akupun mulai mengobservasi dan menganalisa gaya belajarku, suami dan anak. Ternyata kami bertiga memiliki gaya belajar yang berbeda. Hahahaaha.. pantas saya ya ketika menjelaskan sesuatu ke pak suami tidak nyambung, sebab cara yang digunakan kurang tepat.

Untukku dan suami tentunya gaya belajar kami sudah permanen ya. Tapi untuk anak, masih terus observasi gaya belajar apa yang dia banget. Apa gaya belajar kalian?

Semoga bermanfaat ya!

-ameliasusilo-

Referensi:

Institut Ibu Profesional 2019. Kelas Bunda Sayang Materi #4 Memahami Gaya Belajar Anak, Mendampingi Dengan Benar.

Sumber gambar 2: Logo vector created by freepik – www.freepik.com (mata); People photo created by freepic.diller – www.freepik.com (bayi mendengar); People vector created by pikisuperstar – www.freepik.com (orang-orang lompat).

0 Comments

Silakan tinggalkan komentar anda disini..