Bunda Cekatan,  Ibu Profesional

Bunda Cekatan: Jurnal Telur Merah

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.. Bismillahirrohmaanirrohiim.. Saatnya menulis jurnal Telur Merah. Apa yang kutemukan dalam diriku?

Membutuhkan waktu beberapa hari sampai akhirnya aku dapat memahami materi di pekan kedua kelas Bunda Cekatan. Tadinya aku pikir karena aku menyaksikan materi pada pukul 3 pagi yang menyebabkan aku tidak dapat segera memahami materi. Ternyata setelah aku mengulangi kembali video materi, aku masih belum dapat memahaminya.

Alhamdulillah setelah tiga kali mendengarkan materi, membaca diskusi di regu 2, bertanya kepada dua alumni kelas Bunda Cekatan batch 1 di regional Efrimenia, membaca beberapa jurnal telur merah dan mendengarkan sesi tanya jawab Magika dan Kunang-Kunang, akhirnya aku pun memahami konsep di penjelajahan kali ini. Semoga apa yang aku pahami memang benar begitu maksudnya ya hehehe.. Sehingga aku dapat mengerjakan tantangan kedua ini dengan baik dan benar.

Resume materi penjelajahan telur merah yang diberikan Kunang-Kunang mbak Maria Ulfah dapat dibaca ditulisanku yang berjudul: Bunda Cekatan Tahap Telur Merah.

Tahap telur merah.
Sumber gambar: Canva yang telah dimodifikasi oleh penulis.

Jadi sampai di pekan kedua ini aku mendapatkan beberapa insight bahwa dalam menjalankan aktivitas harian meskipun kegiatan tersebut aku bisa mengerjakannya dan suka dalam melakukannya sehari-hari, belum tentu hal tersebut cukup untuk membuatku bahagia. Hal ini dapat disebabkan karena aktivitas tersebut dilakukan setiap hari dan aku sudah nyaman berada di level tersebut. Bisa jadi aku masih bahagia tetapi binar-binar excitement mungkin sudah mulai memudar dari mataku. Aku berada di zona nyaman. Bila ini terjadi bisa saja apa yang tadinya bisa dan suka bergeser menjadi bisa dan tidak suka.

Akan berbeda jika aku mulai menantang diri untuk menambah kapasitas, keterampilan dan ilmu di aktivitas tersebut. Aku masuk ke dalam zona belajar yang pastinya akan merangsang keluarnya adrenalin dan binar-binar di mataku karena mendapatkan hal baru. Sesuatu yang menambah kemahiranku di aktivitas yang aku sukai. Hasil dari aktivitas yang aku kerjakan dengan kemampuan yang baru tentu saja akan lebih baik daripada sebelumnya. Akhirnya aku pun menjadi tambah senang dan gembira.

Insight yang berikutnya adalah aku jadi bisa mengidentifikasi permasalahan yang ada di rumah yang berkaitan dengan pengerjaan aktivitas telur hijau. Kadang kala aku menghadapi situasi kondisi yang harus dihadapi pada saat mengerjakan aktivitas yang aku bisa dan suka. Aku tahu ada permasalahan tetapi tidak menyadari atau memang sengaja mengabaikan karena menganggap tidak penting. Ternyata identifikasi masalah ini membantuku melihat permasalahan yang ada dari sudut pandang yang lain. Tidak hanya belajar keterampilan atau ilmu baru untuk menambah keterampilan dan ilmu yang sudah ada tetapi juga belajar untuk membantu menyelesaikan permasalahan.

Proses pencarian telur hijauku dapat dibaca di jurnal Bunda Cekatan yang berjudul: Bunda Cekatan Jurnal Telur Hijau.

Akhirnya kebahagiaan pun meningkat karena tambah terampil dan juga mampu terampil menyelesaikan permasalahan. Untuk mencapai hal ini mari berlatih dengan mengerjakan tantangan yang diberikan oleh Magika dan Kunang-Kunang.

Tugas pertama yang diberikan adalah mengidentifikasi seluruh keterampilan yang dibutuhkan. Adapun yang dimaksud dengan dibutuhkan ini maksudnya adalah butuh untuk mendukung peningkatan level kemampuan dan kebahagiaan kita dalam mengerjakan aktivitas telur hijau atau mengidentifikasi ketrampilan yang dibutuhkan untuk menghilangkan hambatan dalam pelaksanaan aktivitas telur hijau.

Tugas kedua setelah berhasil mengidentifikasi keterampilan yang dibutuhkan untuk meningkatkan level kemampuan di aktivitas telur hijau adalah menyusun prioritas belajarnya dengan cara mengelompokkan ke dalam kudran penting-mendesak.

Seperti sebelumnya aku menyusun strategi untuk mengidentifikasi telur-telur merah. Langkah-langkah yang aku lakukan ini akan memudahkanku dalam melakukan pemetaan prioritas.

Strategi Identifikasi Prioritas Keterampilan

Strategi yang aku susun untuk mengidentifikasi telur-telur merah dapat dilihat di gambar berikut ini:

Alur bepikirku untuk mengerjakan tantangan yang diberikan di tahap Telur Merah kelas Bunda Cekatan

Aku memutuskan untuk mencari benang merah keterampilan yang kubutuhkan dari seluruh telur hijauku. Oleh karena itu di tahap awal ini aku membuat daftar keterampilan yang kubutuhkan sekaligus juga mengidentifikasi masalah serta keterampilan yang kubutuhkan untuk mengatasi masalah tersebut.

Telur hijauku yang pertama adalah riset.
Sumber gambar: Canva yang telah dimodifikasi oleh penulis.

Ada beberapa keterampilan yang kubutuhkan saat ini yang menunjang aktivitasku dibidang riset, yang antara lain:

  • Teknik memahami bacaan cepat
  • Teknik menulis karya ilmiah
  • Menulis dalam bahasa Jerman yang baik dan benar
  • Menulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar
  • Menggunakan platform online untuk membuat kuisioner
  • Interview untuk metode kualitatif
  • Excel
  • SPSS
  • Membuat tampilan grafik/tabel/diagram yang representatif
  • Membuat presentasi
  • Public speaking untuk presentasi hasil
  • Bicara dalam bahasa Jerman
  • Manajemen waktu
  • Manajemen pikiran
Menulis adalah telur hijauku yang kedua.
Sumber gambar: Canva yang telah dimodifikasi oleh penulis.

Keterampilan yang kubutuhkan untuk meningkatkan kebahagiaanku dalam menulis antara lain:

  • Menulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar
  • Mindful dalam membaca sumber informasi
  • Membuat tampilan gambar yang menarik untuk blog
  • SEO Blog
  • Manajemen waktu
Telur ketiga adalah beberes rumah.
Sumber gambar: Canva yang telah dimodifikasi oleh penulis.

Beberapa tema dalam beberes rumah yang menurutku perlu kupelajari adalah:

  • Konmari
  • Dekorasi minimalis
  • Tata ruang dan pengaturan mebel
  • Manajemen waktu
  • Komunikasi produktif
  • Manajemen keuangan
Telur hijau keempat adalah home education.
Sumber gambar: Canva yang telah dimodifikasi oleh penulis.

Membersamai anak merupakan kegiatan yang sesungguhnya ingin kutambah jam terbangnya dibandingkan kegiatan telur hijau lainnya. Oleh karena itu keterampilan yang perlu kubutuhkan adalah:

  • Menyusun kurikulum
  • Membuat jurnal perkembangan
  • Adaptasi metode Montessori untuk sekolah dasar
  • Adaptasi metode Charlotte Mason
  • Manajemen waktu
  • Komunikasi produktif
  • Manajemen pikiran
Telur hijau terakhir.
Sumber gambar: Canva yang telah dimodifikasi oleh penulis.

Sejak bergabung di Ibu Profesional, sharing adalah kemampuan baru yang banyak sekali aku tambah jam terbangnya. Semakin sering aku berbagi, semakin bertambah pula ilmu yang aku peroleh. Meskipun begitu bukan berarti aku tidak perlu menambah keterampilan disini. Yang aku perlukan saat ini adalah:

  • Public speaking
  • Mindful dalam membaca informasi
  • Video editor
  • Membuat presentasi
  • Manajemen waktu
  • Manajemen emosi

Kuadran Penting-Mendesak

Berdasarkan data keterampilan diatas akupun kemudian mencari irisan diantara semuanya. Kemudian aku mengelompokkannya ke dalam 4 kuadran penting-mendesak seperti dibawah ini:

Kuadran penting-mendesak di tahap telur merah.
Sumber gambar: Tim Bunda Cekatan Institut Ibu Profesional

Kuadran penting-mendesak menampung daftar keterampilan yang sangat aku butuhkan dalam waktu enam bulan kedepan. Charlotte Mason, bahasa Jerman, teknik menulis dan Excel adalah sesuatu yang sudah aku pelajari namun aku ingin menambahkan kemampuanku disana karena masih banyak yang perlu diketahui. Public speaking, Konmari, teknik membaca adalah keterampilan yang belum aku pelajari sebelumnya. Manajemen waktu dan pikiran merupakan solusi dari hambatan yang aku temui dalam mengerjakan aktivitas hampir di keseluruhan telur hijau.

Kuadran tidak penting-mendesak adalah kuadran yang memiliki daftar keterampilan yang sudah aku lakukan sehari-hari dengan baik tetapi aku butuh meningkatkan kapasitas disana dalam waktu enam bulan kedepan.

Kuadran penting-tidak mendesak mencakup keterampilan yang belum pernah kupelajari. Aku butuh mempelajari karena aku membutuhkan ilmunya paling cepat di bulan Juli 2021.

Kuadran tidak penting-tidak mendesak adalah kumpulan keterampilan yang sudah kupelajari dan sudah kugunakan sehari-hari. Tanpa mempelajarinya secara khusus sebenarnya tidak masalah. Hanya saja jika aku mempelajarinya, maka aku akan mendapatkan hasil aktivitas yang lebih baik lagi.

Telur Merahku

Untuk menemukan telur merah aku menetapkan kriteria filterisasi sebagai berikut:

  1. Tidak bertentangan dengan nilai agama
  2. Menunjang peningkatan ibadah
  3. Meningkatkan kualitas diri di tempat kerja
  4. Kalau tidak dipelajari berpeluang menimbulkan konflik
  5. Bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri

Dari kriteria-kriteria tersebut aku berhasil menemukan telur merah pada gambar di bawah ini.

Kelima telur merahku.
Sumber gambar: Tim Bunda Cekatan Institut Ibu Profesional dan Canva

Manajemen waktu dan teknik menulis sesungguhnya paling memenuhi kelima kriteria yang sudah aku tentukan diatas. Namun teknik menulis beririsan dengan manajemen waktu dan bahasa Jerman. Oleh karena itu aku tidak memprioritaskan teknik menulis di lima besar.

Manajemen pikiran dan teknik membaca menurutku beririsan dengan manajemen waktu, sehingga aku berasumsi jika manajemen waktuku sudah baik akan berpengaruh juga terhadap keduanya.

Konmari hanya memenuhi dua buah kriteria filter yang aku tetapkan. Oleh karena itu prioritas mempelajari teknik Konmari saat ini berada di bagian paling bawah.

Manajemen waktu adalah solusi dari keselurahan faktor penghambat di semua aktivitas telur hijau. Selain itu manajemen waktu ini adalah memang solusi saat ini secara keseluruhan sebagai ibu yang bekerja di ranah publik dan juga memiliki berbagai aktivitas lainnya baik di ranah domestik maupun di ranah komunitas belajar. Aku berharap dengan mempelajarinya lebih dalam dapat menjadikanku seorang individu, istri dan ibu yang lebih amanah dan bertanggung jawab.

Aku perlu meningkatkan kemampuanku berbahasa Jerman sebab aku butuh memahami bacaan, menulis dan berbicara dalam bahasa tersebut setiap hari di tempat kerja dan berbagai kegiatan lainnya. Apalagi sebentar lagi anakku akan masuk sekolah dan perlu dibersamai dalam proses belajarnya. Mau tidak mau aku harus bisa lebih baik daripada kemampuanku saat ini.

Public speaking perlu aku pelajari sebab saat ini aku mengambil peran di komunitas Ibu Profesional yang menuntutku untuk mampu berbicara di depan umum. Kesukaanku dalam berbagi di luar komunitas semoga juga bisa lebih terfasilitasi dan dapat diterima oleh banyak orang jika aku memiliki modal berbicara yang baik.

Charlotte Mason adalah metode yang saat ini sedang kusukai setelah mengikuti pelatihan dasarnya selama satu bulan. Metode ini cocok untuk diterapkan untukku merintis home education dan juga baik untuk nanti pada saat anakku sekolah.

Yang terakhir adalah program Excel. Setelah aku pikir-pikir lagi kebutuhan belajarku disini bukan hanya untuk di tempat kerja dan di komunitas. Tetapi aku juga membutuhkannya untuk perhitungan dan perencanaan di rumah.

Tantangan Mencari Telur Merah

Tantangan utama di tahap kedua ini adalah dalam memahami materi. Seperti yang sudah kutuliskan diatas, untuk memahami materi aku membutuhkan waktu yang cukup panjang. Oleh karena itu proses pengerjaan jurnal pun tersendat di awal. Ternyata setelah memahami materi mengerjakan satu demi satu tugas yang diberikan jadi terasa lebih nyaman.

Mencari irisan keterampilan untuk seluruh telur hijau adalah tantangan berikutnya. Aku ingin keterampilan yang aku pelajari ini dapat bermanfaat untuk seluruh aktivitas terpilih di telur hijau.

Yang berkaitan dengan irisan kebutuhan ternyata bukan hanya saat pencarian keterampilan. Ketika menentukan prioritas penting dan mendesak faktor beririsan ini juga perlu diperhatikan. Bila memang beririsan dan berkait aku lebih memilih untuk menyelesaikan salah satu dari irisan tersebut yang paling prioritas. Yang tidak terpilih ini prioritasnya bergeser di bawah lima besar.

Harapan

Semoga aku menemukan telur merah yang sesuai dengan kebutuhanku saat ini. Jadi tidak sabar ada apa lagi di penjelajahan berikutnya mencari telur yang lain. Semoga bermanfaat bagiku dan para pembaca semua.

Salam,

-ameliasusilo-