Catatan,  Ibu Profesional

Belajar Menjadi Seorang Ibu

Assalamualaikum..

Bismillahirrohmaanirrohiim..

Perkenalan saya pertama kali dengan Ibu Profesional adalah ketika saya melihat postingan teman di Instagram. Nama Institut Ibu Profesional sangat menarik untuk saya yang memang sedang mencari jati diri sebagai seorang ibu. Waktu itu saya diberi tahu akan ada pembukaan pendaftaran untuk kelas Matrikulasi agar dapat bergabung di komunitas Ibu Profesional. Kemudian saya mencari informasi melalui website Ibu Profesional. Setelah membaca informasi disana, saya langsung klik dan semangat sekali menunggu jadwal pendaftaran. Saya berharap komunitas ini dapat mendidik, membantu, dan menyemangati saya agar dapat menjadi seorang individu, istri, dan ibu yang baik. Apabila saya dapat berkontribusi untuk masyarakat disekitar maupun komunitas Ibu Profesional sendiri, maka itu adalah adalah bonus dan rejeki tambahan untuk saya. Alhamdulillah Juli 2018 saya dapat bergabung di kelas Matrikulasi Luar Negeri.

Minggu – minggu awal masa perkenalan sebelum masuk masa perkuliahan saja sudah membuat saya senang. Kesan awal saya adalah teratur dan terarah sebab dalam komunitas ini terdapat berbagai batasan contohnya melalui tata tertib perkuliahan, manajemen gawai, dan literasi media. Menarik! Keteraturan dan disiplin adalah hal yang saya butuhkan.

Sungguh semua materi yang saya dapatkan di kelas Matrikulasi sangat terasa manfaatnya khususnya untuk diri saya pribadi. Saya harus memperbaiki dan membangun diri saya dalam segala aspek. Paralel dengan itu saya berusaha menata dan membangun keluarga kecil tersayang. Ilmu yang saya dapatkan sampai saat ini mungkin masih belum dapat memberikan manfaat secara signifikan bagi komunitas di sekitar saya. Tidak apa-apa pelan-pelan yang menjadi prioritas utama adalah keluarga. Oh iya, ada beberapa hal yang saya sadari selama masa perkuliahan. Konteks ibu professional disini adalah ibu yang bekerja secara profesional di dalam rumah dengan segala urusan domestik dan aktivitas produktif lainnya yang dilakukan di rumah dan atau juga ibu yang bekerja secara profesional di luar rumah. Wah ini sungguh luar biasa! Saya tidak pernah berpikir bahwa di rumah pun harus profesional.

Kesempatan untuk tanya-jawab dengan para pengurus Ibu Profesional maupun member regional lainnya juga memberikan kesan yang mendalam untuk saya. Seumur hidup saya belum pernah bertemu dengan ibu – ibu yang bisa memberikan inspirasi tentang bagaimana memaknai ibu profesional. Sejauh ini, saya hanya tahu tentang ibu – ibu yang berprestasi di dunia profesi.

Setelah kelas Matrikulasi berakhir bulan November 2018 lalu saat ini saya bergabung dengan regional Ibu Profesional Luar Negeri non Asia. Setelah bergabung di regional non Asia bukan berarti saya tidak bisa mengikuti kegiatan di regional lainnya. Selain bisa mendaftar kulwhap di berbagai regional, saya juga bisa mengikuti sayembara menulis seperti yang diadakan oleh Ibu Profesional Asia. Tulisan ini saya ikutkan di sayembara tersebut.

Lalu, setelah mengikuti kelas Matrikulasi dan bergabung di regional apakah secepat itu terjadi perubahan dalam diri dan keluarga saya?

Sebelum saya menjawab, saya ingin menulis bahwa keputusan untuk mengikuti suami pindah ke Jerman hampir enam tahun yang lalu menurut saya adalah keputusan yang tepat. Disini saya dipaksa untuk menjalani berbagai fungsi yang setelah saya pikir – pikir lagi tidak mungkin saya lakukan di Indonesia karena berbagai kemudahan dan fasilitas yang bisa didapatkan. Disini saya berperan menjadi ibu, istri, mahasiswi, pekerja, dan bagian dari komunitas Indonesia.

Sejujurnya saya tidak ada modal untuk menjalani semua peran tersebut sebab dari dulu cita – cita utama saya adalah menjadi pekerja. Jadi yang saya targetkan dan siapkan selama ini ya untuk menjadi pekerja. Ketika saya belum menjadi ibu beranak satu, saya belum merasa kehilangan jati diri. Namun, ketika punya anak kemudian si bayi mulai bertambah besar yang berbarengan dengan mulai beragamnya aktivitas dan peran yang saya jalani, saya pun mulai kebingungan. Saya bingung harus mulai dari mana. Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan. Saya cepat bosan dan lebih banyak mengeluh. Saya merasa diri saya maupun keluarga saya jalan ditempat.

Kondisi seperti itu tentu memaksa saya untuk mencari jalan keluar. Oleh karena itu ketika mendapatkan materi dan mengerjakan Nice Home Work setiap pekannya selama matrikulasi dan mendapatkan ilmu tambahan dari berbagai kulwhap adalah waktu dimana saya bisa mengevaluasi diri dan keluarga saya. Ternyata banyak yang harus dibenahi. Hal ini justru membuat saya semangat karena saya harus berubah dan akhirnya saya, suami, dan anak saya juga bisa bersama-sama lebih baik. Meskipun proses membenahinya masih naik turun tapi saya merasa ada perubahan sedikit demi sedikit.

Diantaranya akhirnya saya bisa memprioritaskan keluarga di atas karier profesi saya. Bagaimanapun sayalah yang bertanggung jawab mendidik anak saya dan membuat suasana rumah tangga nyaman. Kalau saya tetap bisa berkarier dan berkontribusi bagi masyarakat itu bonus dan rejeki karena ilmu saya dapat bermanfaat untuk lingkup yang lebih luas lagi. Saya dan suami mulai menata lagi tujuan dan target keluarga. Kami lebih banyak waktu membersamai anak. Kami bisa sama – sama mengevaluasi, lebih mengenali keunikan, dan bisa menghargai masing – masing. Pelan-pelan saya mulai menemukan jati diri yang saya cari. Masih banyak yang harus di upgrade dan saya masih ingin terus belajar bersama komunitas Ibu Profesional.

Belajar dan belajar terus untuk mereka :*

Senang rasanya bisa menulis aliran rasa tentang manfaat yang saya dan keluarga rasakan bersama Ibu Profesional. Semoga bisa membawa manfaat bagi kita semua ya.

-ameliasusilo-

#IbuProfesionalASIA

#1stAnniversaryIPAsia

7 Comments

Silakan tinggalkan komentar anda disini..