ayunda kampung bakat
Kampung Komunitas

Ayunda Kampung Bakat Ibu Profesional

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.. Bismillahirrohimaanirrohiim.. Pernah dengar tentang Ayunda Kampung Bakat Ibu Profesional?

Apakah itu?

Apakah nama orang?

Apa itu adalah sebutan seseorang di pulau Jawa?

Atau tentang sebuah pekerjaan?

Siapakah Ayunda Kampung Bakat?

Jadi, Ayunda Kampung Bakat adalah sebuah peran yang dapat diemban oleh semua member Kampung Komunitas Ibu Profesional. Beneran semuanya?

Tentu ada syarat yang berlaku ya. Seperti si member mampu membuktikan bahwa dirinya memang benar member Kampung Komunitas melalui sertifikat kelulusan Kampung Main atau Orientasi Kampung Komunitas. Kemudian, member ini dapat membuktikan keaktifannya di Kampung Komunitas dan atau keikutsertaannya sebagai Ayunda mendapat ijin dari kepala Kampung Komunitas regional yang menaunginya.

Yang terakhir, member tersebut wajib mendaftar ke pengurus Kampung Bakat dan menyerahkan semua persyaratan yang diminta dalam folder. Itu sajakah?

Kita balik lagi ke pertanyaan dan pernyataan awal ya. Jadi, Ayunda ini adalah sebuah peran di sebuah program belajar yang diadakan oleh komponen Kampung Komunitas Ibu Profesional. Ketika seorang member memutuskan untuk menjadi Ayunda, maka ia sudah mengetahui apa saja perannya pada program Kampung Bakat. Apa saja perannya?

Ayunda di Kampung Bakat batch 3 ada dua, yaitu Ayunda Wali Kelas dan Ayunda Guru. Ayunda Wali Kelas ibaratnya seperti wali kelas di sekolah pada umumnya. Pengemban peran ini tidak dibebani tugas mengajar atau berbagi ilmu. Sudah bisa ditebak ya apakah peran seorang Ayunda Guru?

Ya, benar! Seorang Ayunda Guru bertanggung jawab untuk mengajar atau berbagi ilmu sesuai dengan kabin yang dipilihnya. Nah, tentang kabin yang dipilih ini harus hati-hati ya.. Sebab sebaiknya seorang Ayunda Guru memilih kabin yang memang menjadi passion-nya. Sebuah passion dimana si calon Ayunda ini memang sudah ada ilmu yang siap untuk dibagikan ke shipper atau peserta Kampung Bakat.

Untuk memastikan bahwa seorang Ayunda memang memiliki latar belakang yang sesuai dengan kabin yang dipilih, saat pendaftaran diminta untuk menyertakan CV dan portofolio. Di kedua dokumen ini kita dapat menuliskan apa saja yang pernah kita lakukan yang menunjang peran kita sebagai Ayunda di kabin pilihan tersebut.

Jumlah kabin di Kampung Bakat batch 3 ada 19 sudah pernah kutuliskan disini.

Mendaftar Menjadi Ayunda

Kok syaratnya yang terakhir bikin mundur teratur ya?

Eh, jangan gitu dong! Coba diubah sudut pandangnya. Persyaratan yang ditetapkan oleh pengurus Kampung Bakat tentunya dibuat agar kualitas pembelajaran dan lulusan yang dihasilkan dari program ini baik, bagus dan keren.

Di persyaratannya tidak ada ketentuan harus sertifikasi ini itu (di Kampung Bakat batch 1-3). Jadi, selama memiliki jam terbang yang tinggi menekuni bidang yang dipilih dan/atau pernah mengikuti pelatihan atau workshop dimanapun dan/atau pernah memiliki karya, tidak ada salahnya mencoba untuk mendaftar. Kita tidak akan pernah tahu hasilnya diterima atau tidak sebagai Ayunda jika tidak pernah mencoba mendaftar dengan pengalaman dan kualifikasi yang kita miliki saat pendaftaran.

Jadi, jika tertarik menjadi Ayunda di Kampung Bakat batch berikutnya mulai dari sekarang mulai perkaya diri dengan ilmu dan pengalaman. Teori dan pengalaman ini yang akan menjadi bekal kita saat mengajar teman-teman member lainnya.

Aku sendiri sesungguhnya saat mendaftar menjadi Ayunda antara maju-mundur. Ingin maju tapi khawatir kurang berilmu dan pengalaman. Ingin mundur saja dan menjadi peserta tetapi merasa sayang karena tidak pernah mencoba mendaftar.

Pada akhirnya aku pun mencoba mendaftar menjadi Ayunda Guru. Di Kampung Bakat (Kaba) batch 3 ini aku memilih kabin Blogging. Sebuah bidang yang memang sangat kusukai dan aku sudah lama menjadi seorang blogger.

kabin kapal pesiar pelayaran kampung bakat
Kamu ingin menjadi Ayunda di kabin apa? Apa minatmu?

Pengalaman Menjadi Ayunda

Sebelum menjadi Ayunda Guru di kabin Blogging Kaba batch 3 aku sudah pernah menjadi Ayunda di Kaba batch 2. Sayangnya aku tidak mampu mengemban amanah tersebut karena situasi dan kondisi kesehatan yang drop saat pembelajaran berjalan.

Karena aku tidak mampu melanjutkan akhirnya aku pun mengundurkan diri. Aku turun dari kapal pesiar pelayaran Kampung Bakat batch 2 waktu itu dan menaiki sekoci untuk kembali ke kampung asalku.

Saat pendaftaran di batch 3 aku antara yakin dan tidak yakin karena punya bayi. Namun, aku cari strong why yang paling kuat sehingga saat terjadi sesuatu nanti aku bisa berpegangan erat pada alasan tersebut. Di saat itulah aku baru memahami filosofi dari pelayaran di Kaba ini.

Kita tidak pernah tahu apakah pelayaran sebuah kapal akan berjalan mulus atau di tengah jalan terjadi hal-hal yang tidak terprediksi sebulumnya. Ceritaku di batch 2 adalah contohnya.

Alhamdulillah sudah berlalu dan di batch 3 ini walau tetap ada gangguan-gangguan kecil tidak sampai mengganggu bahkan membuatku naik sekoci lagi. Untungnya jadwal belajar bisa menyesuaikan dengan jam dimana aku lebih leluasa. Aku juga bersyukur aku bisa memilih materi di awal pembelajaran dimana suamiku saat itu masih parental leave. Bahkan aku menyanggupi untuk mengambil dua materi ketika ada satu materi yang tidak ada yang mengisi.

Alhamdulillah.. Alhamdulillah semuanya lancar. Allah berikan kemudahan untukku berbagi ilmu dan pengalaman dengan teman-teman pembelajar, para Shipper di kabin Blogging.

Peran lainnya di Kampung Bakat sudah pernah kutuliskan di artikel yang berjudul Petualangan Menaiki Kapal Pesiar Kaba.

Teman-teman pembaca Michdichuns yang sudah menjadi member Kampung Komunitas Ibu Profesional dan memiliki jam terbang di bidang-bidang yang dibuka di Kampung Bakat, yuk ikut mendaftar menjadi Ayunda di batch berikutnya!

Siapa tahu kita bisa bertemu di pelayaran kapal pesiar Kaba berikutnya ya!

Salam,

-ameliasusilo-

One Comment

Silakan tinggalkan komentar anda disini..