Badge renang Seepferdchen
Kegiatan Anak

Anakku Mendapat Badge Renang Seepferdchen

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.. Bismillahirrohmaanirrohiim.. Anakku mendapat badge renang pertamanya, Seepferdchen. Yang bahagia bukan hanya si bocah tapi juga kedua orang tuanya. Apalagi aku yang melihat sendiri bagaimana anakku tertekan setiap kali kursus berenang sampai akhirnya dia bisa santai dan menikmati setiap kesempatan berenang. Lalu, apakah mendapatkan badge renang ini sebuah prestasi dan tujuan akhir dari belajar berenang di Jerman?

Belajar Renang

Aku pernah menceritakan di blog tentang pencarian kursus renang di Hannover. Tinggal di kota besar, sebuah ibukota negara bagian, memiliki keuntungan dimana salah satunya adalah pilihan tempat kursus renang yang beragam. Walaupun banyak alternatif yang bisa dipilih, kenyataannya menemukan tempat kursus yang cocok untuk anak dan orang tuanya tidak semudah itu. Apalagi jika orang tua memiliki keterbatasan budget, pilihan tempat kursus jadi lebih sedikit.

Belajar renang bagi anak tidak selalu menyenangkan. Aku adalah salah satu dari anak-anak yang saat belajar renang dulu mengalami ketakutan. Tapi aku beruntung karena orang tuaku memperoleh tempat kursus yang pelatihnya baik.

Untungnya sebelum mendapat pelajaran renang di sekolah aku sudah bisa berenang. Aku sungguh tidak dapat membayangkan jika aku baru belajar saat pelajaran sekolah yang cara pengajaran gurunya tidak seperti di tempat kursus.

Hal yang sama juga terjadi pada anakku. Jika ia diajak berenang untuk bermain di kolam renang, anaknya tampak senang dan baik-baik saja. Emosinya berubah saat ia kumasukkan ke sebuah kursus renang untuk pertama kalinya. Tampaknya metode pengajaran di tempat tersebut tidak cocok untuk karakter anakku.

Setelah mempertimbangkan beberapa hal, aku memasukkan anakku ke tempat kursus lainnya. Tempat kursus ini sangat direkomendasikan oleh ibu-ibu Indonesia di Hannover. Kebetulan anak-anak mereka memiliki karakter yang mirip dengan anakku saat belajar renang.

Selain lokasi kursus yang jauh dan biaya kursus yang lumayan, sebenarnya tidak ada lagi yang menjadi bahan pertimbangan memasukkan anakku kesana. Tetapi mengingat faktor aku ingin anakku belajar renang dengan bahagia dan menghilangkan traumanya, aku dan suamiku memilih untuk mengutamakan kepentingan putraku.

Aku pernah menulis tentang mencari kursus renang di Hannover ditulisan ini.

Belajar Renang Dengan Bahagia

Cerita yang kuperoleh dari teman-teman baikku disini tentang tempat kursus renang Wassermeloni terbukti. Anakku dihari pertamanya masuk kursus berenang langsung berubah. Ia yang tampak stres saat kuajak pergi kursus renang, wajahnya dan suasana hatinya berubah saat jam kursus berakhir. Anakku bahkan tanpa ditanya langsung menyatakan, “Gerne wieder!”, saat keluar dari kolam renang.

Gerne wieder (sebuah ungkapan bahasa Jerman) = Aku mau lagi

Bayangkan betapa terharunya aku saat itu!

Aku yang menyaksikan metode belajar di hari pertama dan kedua jadi paham mengapa metode yang digunakan di tempat kursus ini memang sesuai dengan karakter anak-anak seperti putraku dan anak teman-temanku. Di level awal ini memang semua anak benar-benar tidak bisa berenang. Oleh karena itu belajar renang dimulai dari pengenalan terhadap air dan renang terlebih dahulu.

Pendekatannya pelan-pelan, setahap demi setahap, tidak ada paksaan ketika anak tidak mau. Ketika anakku mengungkapkan perasaannya, menyatakan keinginannya, ia didengarkan oleh pelatih renangnya. Anakku akan diberikan alternatif lain atau didampingi mencoba pelan-pelan.

Tidak ada paksaan. Tak ada ketakutan. Anakku belajar renang dengan gembira. Ia tidak pernah mogok atau bermalas-malasan saat harus berangkat kursus renang.

Badge Renang di Jerman

Di Jerman terdapat badge renang yang diperoleh ketika kemampuan renang seseorang sudah memenuhi kualifikasi yang ditetapkan. Yang paling bawah adalah badge renang Seepferdchen. Setelah itu ada badge renang bronze, silber dan gold.

Badge renang di Jerman
Badge renang di Jerman.
Sumber gambar badge: DLRG (modifikasi di Canva).

Yang perlu diingat, ketika badge ini sudah didapatkan tidak berarti akan menjamin 100% seseorang tidak dapat tenggelam. Perolehan badge ini paling tidak sebagai sarana mengetahui kemampuan renang seseorang pada jarak renang atau kondisi tertentu.

Yang pertama adalah badge renang Seepferdchen. Ini biasanya diperoleh anak-anak yang baru pertama kali belajar renang. Tidak semua anak lantas dapat memperolehnya setelah menyelesaikan kursus sebab ada kualifikasi yang harus dapat dikuasai oleh anak. Anakku saat kursus pertamanya sudah dapat dipastikan tidak dapat memperoleh badge ini.

Dari salah satu website yang menerangkan tentang ketentuan kemampuan renang untuk mendapatkan badge diketahui bahwa Seepferdchen ini bukan berarti sudah dapat berenang mandiri dengan aman. Oleh karena itu sangat disarankan ketika sudah memperoleh Seepferdchen tetap melanjutkan kursus berenang sampai mendapatkan deretan badge berikutnya.

Untuk kualifikasi memperoleh Seepferdchen akan aku bahas kemudian. Aku akan sedikit menjelaskan kemampuan apa yang harus dimiliki seseorang untuk memperoleh badge bronze, silber maupun gold.

Bronze

  • Mengetahui peraturan saat berenang
  • Mampu melompat ke kolam renang dengan benar dari tepi kolam (kepala terlebih dahulu seperti para atlet renang ketika memulai pertandingan renang) kemudian berenang selama 15 menit. Dalam waktu 15 menit itu paling tidak dapat berenang sejauh 150 meter dengan telentang atau telungkup kemudian 50 meter berikutnya mengganti posisi tadi tanpa berpegangan.
  • Mampu menyelam sedalam dua meter dan mampu mengambil sesuatu pada kedalaman tersebut.
  • Mampu melompat dengan benar dari blok start atau papan loncat setinggi satu meter.

Silber

  • Mengetahui peraturan saat berenang dan perilaku yang perlu dilakukan saat kondisi darurat diri sendiri, misalnya saat kram atau kelelahan.
  • Mampu melompat ke kolam renang dengan benar dari tepi kolam (kepala terlebih dahulu seperti para atlet renang ketika memulai pertandingan renang) kemudian berenang selama 20 menit. Dalam waktu 20 menit itu dapat berenang minimal sejauh 400 meter dengan 300 meter posisi telentang atau telungkup kemudian 100 meter berikutnya mengganti posisi tadi tanpa berpegangan.
  • Mampu menyelam sepanjang 10 meter di sebuah jalur dan mendorong diri dari tepi kolam ke dalam air.
  • Mampu menyelam sedalam dua meter dan mampu mengambil sesuatu pada kedalaman tersebut.
  • Mampu melompat ke dalam air dengan benar dari ketinggian tiga meter atau dengan dua loncatan berbeda dari ketinggian satu meter.

Gold

  • Mengetahui peraturan saat berenang dan perilaku yang perlu dilakukan saat kondisi darurat diri sendiri dan orang lain, misalnya saat terjadi kedaruratan di kolam renang, kecelakaan kapal.
  • Mampu melompat ke kolam renang dengan benar dari tepi kolam (kepala terlebih dahulu seperti para atlet renang ketika memulai pertandingan renang) kemudian berenang selama 30 menit. Dalam waktu 30 menit itu dapat berenang minimal sejauh 800 meter dengan 650 meter posisi telentang atau telungkup kemudian 150 meter berikutnya mengganti posisi tadi tanpa berpegangan.
  • Setelah melompat ke dalam air mampu berenang sejauh 25 meter dengan gaya bebas.
  • Setelah melompat ke dalam air mampu berenang sejauh 50 meter dengan gaya dada dan membutuhkan waktu maksimal 1:15 menit.
  • Mampu berenang sejauh 50 meter dengan gaya punggung dengan gerakan kaki seperti pada gaya dada atau gaya bebas.
  • Mampu menyelam sepanjang 10 meter di sebuah jalur tanpa mendorong diri dari tepi kolam ke dalam air.
  • Mampu menyelam sedalam dua meter sebanyak tiga kali dan mampu mengambil tiga buah benda pada kedalaman tersebut. Penyelaman ini dilakukan dalam waktu 3 menit.
  • Mampu melompat ke dalam air dengan benar dari ketinggian tiga meter atau dengan dua loncatan berbeda dari ketinggian satu meter.
  • Mampu mendorong atau menarik seseorang di dalam air sejauh 50 meter.

Mendapat Badge Renang Seepferdchen

Karena kisah belajar renang anakku di tempat kursusnya yang pertama, aku tidak memasang ekspektasi perolehan badge. Targetku saat pertama kali masuk di tempat kursus kedua adalah ketakutan anakku untuk berenang hilang. Ia bisa percaya diri berenang paling tidak dengan alat bantu. Jika ia bisa renang tanpa alat bantu dengan bahagia, itu sudah lebih dari cukup untukku.

Ada harga ada rupa..

Ungkapan dalam bahasa Indonesia yang memang benar adanya. Contohnya ya pada kursus renang ini. Perbedaan harga antara tempat kursus pertama dan kursus kedua agak lumayan meskipun tidak sampai dua kali lipatnya. Tapi ya keunggulannya lebih banyak.

Selain bisa menukar hari renang saat berhalangan hadir, disini aku bisa memantau perkembangan belajar anakku baik melalui bertanya langsung ke pelatihnya atau website kursus. Ada daftar badge khusus untuk murid kursus sebagai target capaian ditingkat kursus yang sedang dijalani.

Dari situ aku jadi tahu sudah sejauh apa anakku bisa renang. Oh ya selama renang, aku tidak boleh menemani di pinggir kolam. Sehingga aku hanya bisa melihatnya saat ia sudah akan selesai kursus.

Anakku sendiri pun mengatakan pelatihnya tidak menjanjikan ia bisa memperoleh badge seperti beberapa temannya yang lain pada saat sebelum pertemuan terakhir. Tapi pelatihnya mengatakan jika anakku berhasil saat diuji di pertemuan terakhir, kemungkinan ia dapat membawa pulang badge Seepferdchen.

Kualifikasi badge renang Seepferdchen

Berikut ini syarat kemampuan yang harus dimiliki anakku untuk memperoleh Seepferdchen:

  • Mengetahui peraturan renang di kolam renang.
  • Mampu melompat dari tepi kolam renang kemudian berenang sejauh 25 meter dalam posisi tengkurap atau telentang sambil menghembuskan nafas ke dalam air.
  • Mampu mengambil benda dari kedalaman setinggi bahu dengan tangan.
Anakku, pelatih renangnya dan badge yang diperolehnya.

Oleh karena itu, ketika ia berhasil memperoleh badge saat hari terakhir kursusnya beberapa waktu yang lalu, aku senang sekali. Alhamdulillah.. Alhamdulillah..

Salam,

-ameliasusilo-

Referensi:

2 Comments

Silakan tinggalkan komentar anda disini..