Catatan

Aku dan Pramuka

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh…

Bismillahirrohmaanirrohiim…

Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tantangan tema pekanan KLIP writing challenge bulan Agustus Kelas Literasi Ibu Profesional

Pendahuluan

Aku punya pengalaman yang menyenangkan saat bersekolah di Sekolah Dasar. Salah satu pengalaman tersebut adalah mengikuti kegiatan Pramuka. Sebenarnya jika boleh jujur pengalamanku aktif di kegiatan Pramuka ini berkat pengaruh dari ibuku yang di masa kecilnya juga aktif serta berprestasi di kegiatan-kegiatan Pramuka. Meskipun ada pengaruh kuat ibuku, aku sendiri menikmati dan menyukai pengalaman yang kuperoleh tersebut.

Kali ini aku akan bercerita sedikit tentang Pramuka serta pengalaman-pengalaman menarik yang pernah kualami saat kecil dulu. Semoga teman-teman pembaca berkenan ya.

Tentang Pramuka

Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana. Jika di luar negeri biasanya disebut dengan istilah scout. Di Indonesia ada hari Pramuka yang jatuh pada tanggal 14 Agustus. Jadi setiap 14 Agustus biasanya ada upacara peringatan hari Pramuka di sekolah-sekolah (saat aku kecil dulu). Dalam Pramuka terdapat tingkatan-tingkatan yang ditentukan oleh usia adalah:

  • Siaga: usia 7-10 tahun
  • Penggalang: usia 11-15 tahun
  • Penegak: usia 16-19 tahun
  • Pandega: usia 21-25 tahun

Kegiatan Pramuka di Sekolah

Setiap hari Sabtu adalah waktunya memakai seragam Pramuka. Seragam Pramuka yang berwarna atasan coklat muda dan bawahan rok berwarna cokelat tua sebetulnya sama sekali bukan seragam kesukaanku. Seragam Pramuka ini entah kenapa tipis dan bahannya tidak terlalu nyaman. Sehingga jika berkeringat jadi cepat basah. Padahal kegiatan Pramuka merupakan kegiatan yang dilakukan di luar ruangan.

Seragam cokelat ini dilengkapi dengan topi rotan (benar kan ya?), dasi atau ikat leher yang berwarna merah putih, sabuk Pramuka dan pluit hihihi.. Oh ya ada pula tali temali berwarna putih. Tidak ketinggalan tongkat yang merupakan irisan dari bambu. Duh ada dimana ya tongkat itu? Jika diperlukan, kadang kala aku juga membawa dua buah bendera Semafor. Believe it or not, dulu aku hapal Semafor!

Lalu tidak lupa ada buku saku yang perlu diisi. Kalau berhasil memenuhi syarat bisa dapat badge. Dulu kayaknya aku termasuk yang cukup kompetitif hahaha.. sampai bisa menghafal Dasadarma Pramuka dan entah beberapa hal lainnya yang perlu dihapal hahaha!

Aku ingat dipilih oleh teman-teman menjadi pemimpin regu. Ketika menjadi Pramuka Siaga, aku jadi pemimpin regu Tulip. Sedangkan saat jadi Pramuka Penggalang aku menjadi pemimpin regu Biru. Aku selalu berdiri paling depan dari barisan reguku dan memegang tongkat yang ada bendera sesuai dengan kelompok kami.

Aku ingat ada pembina Pramuka. Lalu ada kegiatan-kegiatan Pramuka yang menurutku cukup seru dan menantang, seperti tali temali dan menebak Semafor. Semua kegiatan dilakukan setiap hari Sabtu.

Pramuka di Indonesia.
Sumber gambar: Canva.

Jambore

Aku ingat pernah mengikuti kegiatan seperti Jambore. Yang pertama bersama seluruh teman-teman sekolah. Yang kedua aku mewakili sekolah. Aku tulis “seperti Jambore” karena aku tidak yakin itu Jambore atau bukan. Yang jelas kegiatannya adalah menginap di tenda, kemudian ada kegiatan-kegiatan Pramuka dan juga tantangan-tantangan yang harus diselesaikan.

Lokasi yang pertama aku tidak terlalu ingat. Apakah di lapangan sekolah ataukah di Cibubur seperti halnya pada saat kegiatan kedua. Pada saat menuliskan ini, aku seperti mengumpulkan kepingan-kepingan lego kecil-kecil yang berserakan di kamar anakku. Lebih banyak lupanya daripada yang diingat.

Yang jelas, aku ingat di salah satu dari kegiatan tersebut aku menjadi pemimpin upacara. Itu rasanya kereeeen banget hihihihi… Aku yang setelah dewasa lebih memilih untuk tidak tampil langsung di depan umum, dulu ketika kecil menjadi pemimpin upacara Pramuka yang terdiri dari banyak kelompok. Di acara yang mewakili sekolah itu pun, seingatku aku menjadi pemimpin regunya.

Selain itu ada kegiatan api unggun dan juga mencari jejak. Nah, mencari jejak dengan berjalan sesuai alur tertentu kemudian memecahkan tantangan di tiap-tiap pos itu, seru! Aku ingat regu yang aku pimpin berhasil menyelesaikan semua tantangan. Menang atau tidaknya, sayang sekali aku sudah lupa.

Aku memperoleh banyak pengalaman dari Jambore ini, aku tahu meskipun sebagian besar aku lupa. Aahh benar juga ya.. Pengalaman masa kecil ini bisa aku ceritakan kepada anakku.

Penutup

Selama tinggal di Jermn aku belum pernah melihat anak-anak yang berkegiatan Pramuka seperti halnya jika di film-film yang berasal dari negara Amerika Serikat. Dulu aku pikir kegiatan Pramuka di luar negeri jauh lebih keren karena alur cerita dan tokoh yang ada di film-film tersebut. Mungkin saja disini ada, hanya aku masih belum tahu istilahnya apa. Siapa tahu ada kegiatan serupa untuk anak usia Sekolah Dasar seperti anakku ya, seru mungkin untuk memberikan pengenalan tentang kegiatan Pramuka ke anak laki-lakiku.

Salah satu film anak, animasi, yang menceritakan tokoh yang lekat dengan Pramuka adalah Up! Apakah sudah pernah ada yang menonton juga?

Tepuk Pramuka dulu yoook.. prok prok prok… prok prok prok!

Salam,

-ameliasusilo-

Silakan tinggalkan komentar anda disini..